Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pameran Barang Bersejarah Koleksi Leluhur di Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya

Andy Satria • Jumat, 31 Januari 2025 | 00:51 WIB

 

 

PAMERAN BENDA BIASA: Clara, warga kampung pecinan Tambak Bayan Surabaya, mengamati barang-barang peninggalan leluhurnya yang dipamerkan di Rumah Besar kampung setempat.
PAMERAN BENDA BIASA: Clara, warga kampung pecinan Tambak Bayan Surabaya, mengamati barang-barang peninggalan leluhurnya yang dipamerkan di Rumah Besar kampung setempat.

RADAR SURABAYA - Kampung Pecinan Tambak Bayan yang terletak di kawasan RT2 RW 2 Kelurahan Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya, merupakan daerah yang dihuni warga keturunan Tionghoa yang memiliki banyak cerita yang menarik. 

Untuk itu, warga Kampung Tambak Bayan Surabaya, berinisiatif untuk menjaga kelestarian sejarah mereka dengan menggelar pameran barang-barang bersejarah milik para leluhur mereka. 

Tidak hanya menampilkan barang-barang kuno milik keluarga, pameran yang berjudul ‘Pameran Benda Biasa’ ini untuk menunjukkan bagaimana perjalanan para leluhur yang telah bermukim di kawasan itu selama puluhan bahkan hingga ratusan tahun. 

Menampilkan sebanyak 40 hingga 50 barang milik pribadi dari 20 warga yang ikut pameran.

Barang-barang tersebut meliputi koleksi pribadi seperti foto keluarga, tape, kaset hingga alat-alat dapur. 

Clariesta atau yang akrab dipanggil Clara adalah salah satu warga asli Kampung Tambak Bayan, mengaku bangga karena bisa berkontribusi dalam pameran ini. 

Clara adalah cucu dari Liong Me Jan, leluhurnya yang merupakan generasi pertama tinggal di kawasan tersebut.

"Senang pastinya, karena bisa menunjukkan bagian dari sejarah Tambak Bayan", kata Clara, Kamis (30/1). 

Menurut Clara, foto yang menampilkan Liong Me Jan bersama keluarga besarnya, diambil ketika kakeknya berumur satu tahun.

Karena dalam gambar, Liong Me Jan masih digendong seseorang yang diduga ibunya. 

"Ini foto-foto koleksi pribadi, ada sekitar puluhan. Dan ini saat engkong masih satu tahun sepertinya, tapi gak tahu tempatnya dimana", kata Clara sambil menunjukkan koleksi keluarganya. 

Sementara itu, salah satu kurator pameran, Pingki Ayako mengatakan, acara ini menampilkan barang-barang yang digunakan para warga dalam kegiatan sehari-hari.

Untuk berbagi cerita dengan masyarakat luas, khususnya Surabaya bahwa warga Tambak Bayan sudah tinggal dalam jangka waktu yang lama sekali. 

"Mungkin bisa dibuktikan dengan barang koleksi warga, yang sudah ada sejak tahun 1920an hingga barang yang masih digunakan", kata Pingky. 

Ia menambahkan, keluarga Liong Mei Jan adalah salah satu warga yang datang dari Tiongkok langsung ke Surabaya.

"Ia datang terlebih dahulu ke Surabaya, sebelum akhirnya membawa keluarganya ke sini", jelas Pingky. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #tionghoa #barang bersejarah #kampung pecinan #tambak bayan #leluhur