Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Barongsai Tonggak Bukan Sekadar Atraksi, Namun Mengandung Filosofi Kehidupan

Andy Satria • Senin, 27 Januari 2025 | 02:05 WIB

 

PERTUNJUKAN: Pemain dari Komunitas Barongsai Tonggak Boen Bio Surabaya, beraksi di hadapan para pengunjung Ciputra World Surabaya, untuk memeriahkan perayaan tahun Tahun Baru Imlek di CWS.
PERTUNJUKAN: Pemain dari Komunitas Barongsai Tonggak Boen Bio Surabaya, beraksi di hadapan para pengunjung Ciputra World Surabaya, untuk memeriahkan perayaan tahun Tahun Baru Imlek di CWS.

RADAR SURABAYA - Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan kemeriahan dan tradisi serta berbagai pertunjukan.

Salah satunya yakni pertunjukan Barongsai yang selalu ditunggu-tunggu ketika perayaan ini tiba. 

Ciputra World Surabaya (CWS) menghadirkan pertunjukan Barongsai Tonggak, untuk menyambut Tahun Ular Kayu ini. 

Barongsai tonggak, berbeda dengan barongsai biasa, pertunjukan ini dinilai paling sulit. Karena diperlukan keterampilan yang bagus, dan tentunya dengan kekompakan sesama pemain yang dibentuk dari rutinitas latihan. 

Diiringi tabuhan alat musik yang khas, para pemain barongsai tonggak beraksi di atas tiang-tiang besi, melompat berpindah dari satu tiang ke tiang lainnya. 

Dengan memainkan sepasang barongsai, membuat pertunjukan semakin seru. Satu barongsai dimainkan oleh dua orang.

Juga ada aksi-aksi lucu dari para pemain, yang membuat pengunjung semakin bersorak. 

Menurut koordinator komunitas Barongsai Tonggak Boen Bio Surabaya, Hardjo Subianto, pertunjukan barongsai tonggak tak hanya sekadar atraksi.

Namun dibalik atraksi-atraksi tersebut ada makna atau filosofinya.

Seperti tiang-tiang besi tersebut melambangkan gunung yang didaki. Sedangkan jarak antara tiap tiang yang berbeda, melambangkan lembah. 

"Ini menceritakan barongsai mendaki sebuah gunung, ada langkah-langkah yang diperhatikan. Jarak antara tiang ada yang panjang dan pendek, itu melambangkan lembah", jelas Hardjo. 

Pada tiang terakhir, barongsai mengambil selembar daun. Dimana daun tersebut melambangkan makanan yang dicari para barongsai, sehingga harus mendaki gunung dengan perjuangan yang cukup sulit. 

"Jadi menceritakan bagaimana susahnya mencari makanan, yang diperlukan perjuangan yang gigih", tambahnya. 

Disela-sela pertunjukan, barongsai juga melemparkan beberapa buah jeruk yang ditujukan kepada para pengunjung. Yang bermakna untuk berbagi rejeki bersama warga sekitar. 

Sementara itu, Promotion Officer Ciputra World Surabaya, Stephana Fevriera mengatakan bahwa pertunjukan ini digelar untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek.

Dan secara rutin selama tujuh tahun mengundang komunitas barongsai Boen Bio ini. 

"Selama tujuh tahun ini kami mengundang komunitas barongsai Boen Bio, untuk bermain ini di sini", kata Riera, Minggu (26/1). 

Pertunjukan barongsai dipilih karena merupakan salah satu ikon  Imlek, serta diyakin membawa keberuntungan. 

"Jadi ikon Imlek karena membawa keberuntungan, selain itu bisa menghibur seluruh lapisan masyarakat. Dari berbagai suku, agama dan lainnya", pungkas Riera. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Tahun Ular Kayu #Ciputra World Surabaya #imlek #filosofi #Barongsai Tonggak