Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anak Sulung Lebih Mandiri, Anak Bungsu Manja, Bagaimana dengan Anak Tengah dan Anak Tunggal? Simak Tipe Kepribadian Berdasar Urutan Kelahiran!

Jay Wijayanto • Selasa, 21 Januari 2025 | 18:34 WIB
Potret keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan dua anak.
Potret keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan dua anak.

RADAR SURABAYA - Pernahkah Anda berpikir mengapa anak sulung dianggap lebih mandiri, sementara anak bungsu dikenal sebagai anak yang manja? Apakah hal tersebut suatu kebetulan atau merupakan pola tertentu yang bisa membentuk kepribadian mereka ?

Ternyata, dilihat dari sisi psikologis, terdapat salah satu teori kepribadian yang membahasnya lho! Teori ini dikemukakan oleh psikoterapis terkemuka yang banyak pemikirannya telah menjadi rujukan untuk perkembangan ilmu psikologi, yaitu Alfred Adler.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam teori yang dikembangkan oleh Adler, yuk bersama-sama kita simak penjelasan berikut ini.

Teori Kepribadian Alfred Adler dan Hubungannya dengan Urutan Kelahiran

Menurut Alfred Adler, posisi individu berdasarkan urutan kelahiran dapat mempengaruhi bagaimana perkembangan kepribadiannya dan juga bentuk interaksi sosialnya.

Meskipun anak memiliki orang tua yang sama dan tinggal di rumah yang sama, tetapi umumnya kakak beradik ini tidak memiliki lingkungan sosial yang sama.

Perbedaan lingkungan sosial ditambah dengan adanya perbedaan sikap orang tua terhadap anak inilah yang kemudian berpengaruh terhadap kepribadian dan interaksi sosial individu di masyarakat.

Lebih lanjut, Adler kemudian mengidentifikasi empat tipe kepribadian anak sesuai dengan urutan lahir, yaitu anak sulung, anak tengah, anak bungsu, dan anak tunggal.

Tipe Kepribadian Anak Sesuai Urutan Kelahiran

1. Anak Sulung

Sebagai anak yang pertama hadir dalam keluarga, anak sulung seringkali dijuluki sebagai “anak percobaan” karena pada saat itu orang tua masih meraba-raba dalam menemukan pola asuh yang sesuai bagi perkembangan anak.

Selain itu, karena masih belum memiliki pengalaman dalam mendidik anak, umumnya orang tua masih bersikap idealis. Tanpa mereka sadari, sikap idealis ini dapat membentuk anak sulung menjadi anak yang ambisius, perfeksionis, dan memiliki disiplin yang tinggi dibandingkan anak lainnya.

Lebih lanjut, anak sulung juga digambarkan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan menjadi teladan bagi sesama. Hal ini karena anak sulung seringkali diminta menjadi teladan bagi adik-adiknya. Mereka juga sudah terbiasa melindungi, merawat, dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan adik-adiknya.

Di satu sisi, anak sulung seringkali bersikap terlalu keras pada diri sendiri dan orang lain karena mereka selelu ingin mencapai standar yang tinggi. Mereka juga bisa menjadi pribadi yang otoriter, kaku, dan sulit beradaptasi dengan perubahan.

2. Anak Tengah

Sejak lahir, anak tengah sudah terbiasa berbagi perhatian orang tua dengan kakaknya sehingga membuat mereka mencari cara untuk menonjol dan mendapatkan pengakuan.

Anak tengah seringkali berada di posisi terjebak antara kakak dan adik yang membuat mereka cenderung menjadi penengah saat ada konflik dalam keluarga. Lebih lanjut, anak tengah dikenal sebagai pribadi yang paling mudah bersosialisasi, mandiri, easy going, dan fleksibel.

Jika dibandingkan dengan anak sulung, mereka memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan sang kakak. Hal tersebut terjadi karena anak tengah tidak mau menjadi tiruan kakaknya. Namun, di sisi lain, mereka juga melihat anak sulung sebagai model yang dapat memotivasi dirinya untuk mengejar prestasi anak sulung.

3. Anak Bungsu

Anak bungsu selalu didefinisikan sebagai bayi dalam keluarga dan paling dimanja. Hal tersebut membuat mereka memiliki kepribadian yang supel, ramah, ceria, dan pandai menarik perhatian. Karena terbiasa bersaing dengan kakaknya, anak bungsu cenderung berkembang lebih cepat dibandingkan kakaknya. Mereka juga memiliki sifat kreatif, suka mencoba hal-hal baru, dan tidak takut gagal.

Namun, karena seringkali dimanja, mereka cenderung tidak bisa mandiri dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Hal inilah yang membuat mereka menjadi sedikit egois dan manipulatif. Mereka juga bisa menjadi kurang serius, tidak fokus, dan tidak konsisten karena selelu ingin mencari hal-hal baru yang menrik perhatian.

4. Anak Tunggal

Sebagai anak satu-satunya dalam keluarga, anak tunggal akan tetap menjadi pusat perhatian dan tumpuan harapan orang tua. Hal ini membuat anak tunggal lebih dewasa ketimbang rekan sebayanya, lebih percaya diri, perfeksionis, dan cenderung ingin menjadi pemimpin.

Selain itu, anak tunggal biasanya memiliki kreativitas yang tinggi, cerdas, kritis, dan unik dalam bidang yang mereka tekuni.

Akan tetapi, sebagai satu-satunya anak di keluarga membuat mereka berkembang menjadi pribadi yang egois, sombong, dan keras kepala. Mereka juga menjadi terlalu bergantung pada orang tua dan sulit untuk bekerja sama dengan orang lain.

Apakah Urutan Kelahiran Benar-Benar Menentukan Kepribadian Anak?

Meskipun telah dijelaskan sebelumnya hubungan kepribadian dengan urutan kelahiran, tetapi tidak secara otomatis kepribadian individu ditentukan hanya berdasarkan urutan kelahiran.

Banyak faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam membentuk kepribadian individu, seperti hubungan antar saudara itu sendiri dalam hal jumlah saudara, usia saudara, jarak usia saudara, dan jenis kelamin saudara.

Selain itu, adanya faktor hereditas, pengaruh teman sebaya, pengaruh sekolah, faktor sosial ekonomi, serta budaya yang berbeda juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang. (han/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kepribadian anak #anak tengah #anak sulung #anak bungsu #anak tunggal