RADAR SURABAYA - Kelenteng Hong San Ko Tee di Jalan Cokroaminoto 12 Surabaya mulai mempersiapkan sejumlah agenda untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2576. Erdina Tedjaseputra, pengurus kelenteng, menyebutkan bahwa tradisi yang akan dilaksanakan tahun ini hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ia berharap Tahun Ular nanti dapat membawa perlindungan dan rezeki bagi seluruh jemaat serta warga dari Sang Pencipta.
Persiapan akan dimulai dengan sembahyang dewa ke langit pada 22 Januari 2025, momen ketika para dewa menghadap Thian pada akhir tahun. Keesokan harinya, pada 23 Januari 2025, akan diadakan pembersihan rupang.
Dalam tradisi ini, umat bersama-sama membersihkan rupang dan seluruh ruangan kelenteng sebagai simbol penyucian diri dan lingkungan tempat ibadah menjelang tahun baru.
Acara inti perayaan tahun baru Imlek akan berlangsung pada 28 Januari 2025. Pada hari itu, umat akan berkumpul untuk sembahyang bersama sekaligus menikmati makan bersama sambil menantikan pergantian tahun. Tepat pukul 00.00, memasuki 29 Januari, sembahyang bersama akan dilaksanakan di kelenteng.
Tradisi ini tidak hanya dihadiri oleh umat dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai kota di Jawa Timur bahkan luar pulau. Sebelum sembahyang, atraksi barongsai akan memeriahkan suasana. Dilanjutkan dengan Jay Sen Yek, yaitu prosesi penyambutan Dewa Rejeki, sebagai harapan untuk keberkahan di tahun mendatang.
Sebagai bagian dari rangkaian tradisi Imlek, kelenteng juga akan mengadakan ritual Ciswak pada 9 Februari 2025. Ritual ini merupakan semacam upacara tolak bala yang dilakukan untuk memohon perlindungan dari berbagai hal buruk yang mungkin terjadi di masa depan.
Erdina menjelaskan bahwa ada empat shio yang diramalkan ciong atau menghadapi tantangan pada Tahun Ular Kayu ini, yaitu ular, babi, macan, dan monyet. Karena itu, ia menganjurkan mereka yang termasuk dalam empat shio tersebut untuk mengikuti ritual tolak bala tersebut.
Namun, Erdina juga menambahkan bahwa delapan shio lainnya diharapkan ikut melaksanakan Ciswak. “Ciswak itu memang sebaiknya diikuti semua jemaat untuk meminta perlindungan dari Tuhan,” katanya. (*)
Editor : Lambertus Hurek