RADAR SURABAYA - Seiring dengan perkembangan tekologi, manusia mengubah pola mengkonsumsi berbagai kesehariannya, termasuk cara menikmati literasi.
Buku yang akrab dikenal sebagai teman manusia sebagai wadah sumber pengetahuan dan informasi selama berabad-abad. Kini buku memiliki pesaing dalam bentuk yang lebih modern, seperti audiobook.
Munculnya audiobook dalam beberapa dekade terakhir dapat mengubah makna “literasi” menjadi suatu aktifitas yang dapat dilakukan dengan aktifitas yang lainnya, seperti berpergian, memasak, mencuci, bahkan menjadi dongeng tidur.
Meski dengan adanya kedua format ini, timbul asumsi besar yang sering menjadi perdebatan. Manakah yang lebih baik dan bermanfaat dengan literasi menggunakan buku atau audiobook, ya? Tentu artikel ini akan memberikan penjelasan secara mendalam kelebihan, kekurangan dan penggunannya untukmu. Yuk simak!
Keunggulan Buku Cetak
Tentunya dalam hal ini buku cetak memiliki keunggulan dalam daya tarik visual dan sentuhan fisik yang berbeda. Ketika membaca buku secara langsung dapat meningkatkan fokus kamu dan terhalang dari ganggung perangkat elektronik.
Selain itu, dari penelitian Anne Mangen seorang peneliti dari University of Stavager menyatakan bahwa membaca buku fisik cenderung membantu pembaca untuk lebih mengingat informasi karena melibatkan banyak indra seperti menyentuh, melihat, merasakan bahkan mencium. Bagi sebagian orang membaca buku fisik dapat memberikan aroma khas tersendiri dari kertas dan sensasi membalik halaman.
Disisi lain, dengan membaca buku fisik cenderung membutuhkan waktu khusus dan dengan ruang yang khusus. Kekurangan dari membaca buku fisik ini juga tidak dapat dilakukan bersamaan dengan aktivitas yang lainnya.
Popularitas Audiobook
Tentunya, audiobook memberikan kemudahan untuk mendengarkan buku di mana saja dan kapan saja. Dalam era serba cepat, audiobook memungkinkan seseorang untuk "membaca" sambil melakukan aktivitas lain seperti ketika berkendara, berolahraga, atau memasak.
Tidak hanya itu, narasi dari pembaca profesional sering kali menambah kedalaman emosi pada cerita.
Lebih lanjut, audiobook dapat menjadi alternatif baik bagi kamu yang tidak suka membaca buku fisik atau elektronik. Tebal bukunya secara tidak langsung terlihat, dapat didengarkan sesempatnya, sesukanya, dan mudah diakses. Apalagi dengan audiobook ini dapat dianggap seperti podcast, hanya saja yang menarasikannya adalah profesional.
Namun, mendengarkan audiobook memiliki kelemahan, terutama dalam hal konsentrasi. Tidak semua orang mampu sepenuhnya menyerap isi buku hanya melalui pendengaran, terutama jika multitasking.
Mana yang Lebih Baik?
Jawaban atas pertanyaan ini sangat tergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing individu. Jika Anda lebih suka menikmati detail dan memiliki waktu khusus untuk membaca, buku cetak mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika mobilitas tinggi menjadi prioritas, audiobook adalah solusi yang efisien.
Pada akhirnya, keduanya adalah alat literasi yang saling melengkapi. Dalam dunia literasi digital yang terus berkembang, yang terpenting adalah tetap membaca baik melalui lembaran kertas maupun melalui suara.
Penggabungan Buku dan Audiobook
Melalui Pendekatan hybrid dengan menggabungkan buku cetak dan audiobook, memungkinkan pembaca menikmati literasi dengan lebih fleksibel. Kamu bisa membaca buku cetak di waktu senggang untuk pemahaman mendalam, lalu melanjutkannya dengan audiobook saat beraktivitas seperti bepergian atau berolahraga.
Metode ini meningkatkan efisiensi waktu dan pemahaman, terutama untuk materi kompleks. Mendengarkan narasi sambil membaca (read along) juga memperkaya pengalaman melalui intonasi dan emosi.
Namun, tantangan seperti biaya ganda dan keterbatasan ketersediaan format perlu dipertimbangkan. Meski begitu, kombinasi ini memberi peluang untuk memaksimalkan manfaat dari keduanya sesuai kebutuhan.
Apakah Anda tim buku cetak atau audiobook? Atau mungkin, Anda menikmati keduanya sesuai situasi? Tetaplah membaca, karena literasi adalah kunci menuju pengetahuan tanpa batas. (via/jay)
Editor : Jay Wijayanto