RADAR SURABAYA - Tanaman hias dibudidaya oleh banyak orang untuk mempercantik dekorasi di dalam dan luar ruangan. Tidak hanya itu, tanaman hias juga memberikan manfaat seperti dapat meningkatkan kualitas udara dan menciptakan suasana yang lebih segar.
Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam merawat tanaman hias khususnya di dalam ruangan memerlukan perhatian yang khusus. Pasalnya jika salah perawatan dapat berakibat tanaman jadi layu bahkan mati.
Namun demikian, jika tanaman mulai menunjukkan tanda-tanda layu, jangan khawatir! Berikut panduan lengkap untuk mengatasi dan menjaga tanaman agar tetap segar meski di dalam ruangan yang relatif kekurangan sinar matahari.
Kenali Penyebab Tanaman Layu dalam Ruangan
Ketika tanaman layu, penting untuk mengenali penyebab pastinya agar dapat mengambil langkah selanjutnya. Berikut beberapa penyebab yang dapat diamati sebelum mengambil tindakan.
1. Penyiraman terlalu berlebih
Penyiraman yang terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan adalah penyebab umum tanaman layu di dalam ruangan. Ketika tanah terlalu basah, akar tanaman akan kesulitan menyerap oksigen karena air memenuhi ruang pori-pori di media tanam. Akibatnya, akar mulai membusuk yang ditandai dengan munculnya bau tidak sedap dari tanah. Selain itu, daun tanaman akan tampak menguning dan batangnya lemas.
2. Kekurangan air
Kekurangan air juga menjadi penyebab tanaman layu di dalam ruangan. Ketika tanah terlalu kering, akar tidak mampu menyerap air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Hal ini menyebabkan daun kehilangan kelembapannya, menggulung, dan tampak kering terutama di bagian tepi atau ujung.
3. Kekurangan cahaya
Cahaya merupakan sumber energi utama bagi tanaman melalui proses fotosintesis. Jika tanaman diletakkan di tempat yang terlalu gelap atau minim cahaya, fotosintesis tidak dapat berlangsung optimal. Dengan kurangnya cahaya dapat menyebabkan tanaman kehilangan energinya, sehingga daunnya mulai menguning atau pucat, batang menjadi lemah, dan pertumbuhan melambat.
4. Kelembapan udara rendah
Kelembapan udara yang rendah sering menjadi masalah, terutama di ruangan yang menggunakan pendingin udara (AC). Tanaman tropis justru membutuhkan kelembapan yang cukup tinggi untuk bertahan hidup. Ketika kelembapan udara rendah, tanaman kehilangan kelembapan melalui daun lebih cepat daripada yang dapat diserap akarnya.
5. Media tanam tidak sesuai
Media tanam yang tidak gembur atau tidak memiliki drainase baik juga dapat menyebabkan masalah pada tanaman. Tanah yang terlalu padat akan sulit mengalirkan air dengan baik, sehingga air cenderung menggenang di sekitar akar. Hal ini menyebabkan akar kekurangan oksigen dan berisiko membusuk. Selain itu, media tanam yang miskin nutrisi juga akan menghambat pertumbuhan tanaman, membuatnya tampak lemah dan tidak sehat.
Cara Merawat Tanaman di dalam Ruangan
1. Atur penyimpanan yang tepat
Penyiraman menjadi kunci utama dalam merawat tanaman hias. Tanaman yang disiram terlalu banyak berisiko mengalami busuk akar, sementara tanaman yang disiram terlalu sedikit akan kekurangan air.
Pastikan Anda menyiram tanaman hanya ketika lapisan atas tanah (sekitar 2–3 cm) sudah terasa kering saat disentuh. Gunakan air secukupnya hingga air keluar dari lubang drainase pot. Hindari menyiram tanaman terlalu sedikit karena air mungkin tidak mencapai akar yang lebih dalam.
2. Berikan cahaya yang sesuai
Tanaman di dalam ruangan memerlukan pencahayaan yang memadai untuk proses fotosintesis. Tempatkan tanaman di dekat jendela dengan cahaya terang tetapi tidak langsung, karena sinar matahari langsung dapat membakar daun.
Untuk ruangan yang minim cahaya, kamu bisa menggunakan lampu grow light sebagai sumber pencahayaan tambahan. Pilih lampu yang memiliki spektrum cahaya menyerupai sinar matahari agar tanaman tetap sehat.
3. Tingkatkan kelembapan udara
Udara di dalam ruangan sering kali lebih kering dibandingkan lingkungan alami tanaman, terutama jika menggunakan pendingin udara (AC). Untuk menjaga kelembapan, gunakan humidifier di dekat tanaman, atau letakkan wadah berisi air di sekitar tanaman agar kelembapan meningkat.
Kamu juga bisa menyemprot daun tanaman dengan air bersih menggunakan botol spray, tetapi hindari menyemprotkan air pada bunga karena dapat merusak kelopaknya.
4. Gunakan media tanam yang sesuai
Media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik sangat penting untuk kesehatan tanaman. Gunakan campuran tanah, pasir, dan bahan organik seperti kompos atau sekam bakar untuk meningkatkan porositas.
Hindari menggunakan tanah yang terlalu padat karena dapat menghambat aliran air dan oksigen ke akar. Pastikan pot yang digunakan memiliki lubang drainase untuk mencegah genangan air di dasar pot
5. Berikan pupuk secara teratur
Pemberian pupuk sangat penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman, terutama bagi tanaman di dalam ruangan yang tidak mendapatkan nutrisi dari tanah secara alami.
Gunakan pupuk cair atau pupuk organik setiap 1–2 bulan, terutama saat tanaman sedang dalam masa pertumbuhan aktif. Jangan memberikan pupuk terlalu banyak karena bisa menyebabkan akumulasi garam di tanah, yang dapat merusak akar tanaman. (via/jay)
Editor : Jay Wijayanto