Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Beradu Kreativitas Merangkai Instalasi Bunga dalam Flora Vaganza

Andy Satria • Kamis, 16 Januari 2025 | 01:32 WIB

 

INDAH: Floral Designer, Lindyawati Limbono memberikan workshop tentang penggunaan teknik dalam merangkai bunga dalam lomba Flora Vaganza di Ciputra World Surabaya.
INDAH: Floral Designer, Lindyawati Limbono memberikan workshop tentang penggunaan teknik dalam merangkai bunga dalam lomba Flora Vaganza di Ciputra World Surabaya.

RADAR SURABAYA – Sebanyak 30 orang florist atau perangkaidan pecinta bunga dari berbagai kota di Indonesia, turut serta dalam lomba merangkai instalasi bunga yang digelar di ruang Glass Dome Hall, Ciputra World Surabaya (CWS), Rabu (15/1). 

Lomba yang digelar oleh Wahana Kharisma Flora (WKF) Group ini, merupakan yang perlombaan yang baru pertama digelar. Dan berikutnya akan diadakan secara rutin setiap dua tahun.

Lomba Flora Vaganza ini mengangkat tema Harmony in Bloom, para pecinta bunga maupun florist diajak untuk membuat karya sekreatif mungkin untuk mengekspresikan seninya dengan batasan tema tersebut.

Bunga yang disediakan penyelenggara pun adalah bunga hidup dan juga yang masih dalam keadaan segar.

Wakil Direksi WKF, Lana Rosari sebagai penyelenggara acara mengatakan, peserta lomba mulai dari yang amatir hingga profesional.

Ia pun mengaku antusiasme peserta sangat tinggi, karena para peserta yang datang dari luar kota Surabaya.

“Ini surprise banget ya, karena para peserta yang datang dari luar Surabaya juga banyak. Ada yang dari Bontang, Jakarta, Banyuwangi, Jember”, katanya.

Penyelenggara menyediakan space atau ruang 1,5 x 2 meter untuk merangkai instalai bunga yang dirangkai sangat tinggi.

Baik profesional maupun amatir, teknik yang digunakan para peserta pun sangat beragam untuk mendapatkan hasil kreasi yang baik.

Dalam lomba yang memperebutkan hadiah utama uang tunai sebesar Rp 10 juta serta piala bergilir ini, ada kriteria penilaian yang harus diperhatikan para peserta.

Para juri akan menilai dari teknik dalam merangkai, penggunaan atau pemilihan bunga, ukuran instalasi, kreativitas peserta serta warna.

“Tadi saya melihat banyak teknik yang digunakan oleh peserta. Ada yang dironce, dianyam. Ada yang menggunakan lidi, lontar. Serta banyak macam-macam kebudayaan Indonesia yang muncul pada karya-karya tersebut”, ujar Lana.

Sementara itu, Angela salah satu peserta dari Jember mengaku kesulitan dalam lomba merangkai instalasi bunga, karena ini merupakan pengalaman pertamannya dalam lomba.

“Saya ini pemula, jadi kurang pengalaman. Gugup juga sih melihat peserta-peserta lain yang luar biasa, apalagi yang sudah mendalami teknik dalam merangkai seperti shadowing, mirror, dan lainnya”, katanya.

Menurutnya, kemampuannya dalam teknik merangkai bunga sangat terbatas, karena banyak teknik-teknik lain yang belum ia kuasai.

“Tapi dengan adanya lomba dan workshop ini, sangat membantu sekali untuk menambah wawasan dan pengalaman saya”, ungakpnya.

Selain itu, penyelenggara juga memberikan workshop dengan menghadirkan para ahli dibidangnya masing-masing.

Seperti memberikan workshop merangkai instalasi bunga dengan menggunakan teknik-teknik tertentu, serta bagaimana pemilihan warna bunga untuk tema yang telah ditentukan agar tidak memiliki makna yang tidak sesuai.

Serta ada juga workshop terkait manajemen bisnis florist. Dengan adanya seminar yang digelar setelah perlombaan tersebut, penyelenggara berharap para florist Indonesia agar lebih maju. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ciputra World Surabaya #surabaya #merangkai bunga #pecinta bunga