Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terobsesi dengan Pencapaian Diri? Kenali 7 Tanda Berikut yang Mungkin Tak Anda Sadari

Jay Wijayanto • Kamis, 16 Januari 2025 | 01:00 WIB
Overachiever, kondisi dimana seseorang memiliki obsesi untuk mencapai kesuksesan.
Overachiever, kondisi dimana seseorang memiliki obsesi untuk mencapai kesuksesan.

RADAR SURABAYA - Kesuksesan adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Banyak orang yang kemudian berlomba-lomba untuk mencapainya.

Mereka akan bekerja keras dan melakukan segala cara agar meraih kesuksesan. Namun, apa jadinya jika seseorang justru terobsesi dengan kesuksesan ? Bisa jadi orang tersebut termasuk overachiever.

Dilansir dari doktersehat (04/22), overachiever adalah istilah untuk seseorang yang terlalu ambisius dalam meraih keinginannya, hingga mungkin memicu gangguan kecemasan dan masalah kesehatan lainnya.

Orang yang overachiever akan terus menerus berusaha menggapai apa yang telah menjadi targetnya, tidak peduli jika dalam prosesnya harus mengorbankan waktu dan kebahagian dirinya.

Jika dilihat sekilas, overachiever hampir sama dengan ambisius. Namun, dua hal tersebut pada kenyataannya berbeda. Orang yang overachiever cenderung menganggap pencapaian diri atau kesuksesan sebagai obsesi yang harus diwujudkan.

Mereka juga sangat sensitif terhadap kritik dan bahkan menganggap orang lain sebagai saingan yang harus dikalahkan.

Meskipun overachiever dan ambisius berbeda, tetapi beberapa orang masih menganggap keduanya sama. Nah, supaya tidak bingung lagi dalam membedakan keduanya, yuk simak tanda-tanda overachiever berikut ini:

1. Termotivasi Dari Rasa Takut

Meskipun banyak motivasi yang membuat orang bekerja, overachiever cenderung termotivasi oleh perasaan takut, seperti takut gagal, takut mengecewakan orang lain, atau takut terlihat tidak kompeten. Adanya motivasi ini membuat overachiever memilih bekerja keras untuk menghindari kegagalan dan mencapai kesuksesan ynag diinginkan.

2. Perfeksionis yang Berlebihan

Overachiever cenderung melakukan semua tugas dengan sempurna. Apabila ternyata terdapat kesalahan minor, mereka akan merasa tidak puas, cemas, dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan dnegan cara yang berlebihan. Perfeksionisme ini seringkali muncul sebagai upaya untuk mendapatkan validasi dari orang lain.

3. Kesulitan Menerima Kegagalan

Ketika overachiever dihadapkan pada suatu kegagalan, mereka cenderung sangat keras pada diri sendiri dan sangat terpukul. Hal ini menyebabkan mereka putus asa dan kehilangan motivasi.

4. Berorientasi pada hasil

Bagi overachiever, proses tidaklah penting. Mereka hanya akan fokus pada hasil akhir. Hal ini kemudian membuat mereka melakukan apa saja asal bisa memperoleh hasil yang sesuai standar mereka.

Apabila hasil yang dicapai tidak sesuai standar, mereka akan terpuruk. Apabila terus berlanjut, bukan tidak mungkin overachiver akan mengalami gangguan psikologis seperti stres dan depresi.

5. Sensitif terhadap kritik

Ketika overachiever menerima kritik terkait kinerjanya, mereka akan sangat tersinggung atas kritik tersebut. Mereka juga tidak bisa memilih kritik mana yang membangun dan kritik mana yang membuat down. Bagi mereka, kritik menyiratkan kegagalan dan kegagalan adalah ketakutan terbesar dari orang yang overachiever.

6. Menganggap Waktu Luang Sebagai Waktu yang Sia-Sia

Tanda overachiever dilihat dari seseorang yang tidak suka memanfaatkan waktu untuk bersantai dan bersenang-senang. Mereka akan menggunakan waktu tersebut untuk membuat target baru atau memperbaiki hal-hal yang belum sesuai dengan satndar atau goals mereka.

Sekilas hal tersebut terkesan produktif, tetapi jika terlalu memaksakan bahkan sampai mengorbankan waktu istirahat, tentu saja akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

7. Tidak Menyukai Perubahan

Orang yang overachiever cenderung melakukan segala sesuatu dengan terstruktur dan sangat rapi. Mereka juga sangat kaku dan rigit terhadap suatu kondisi. Hal ini membuat mereka sangat membenci adanya perubahan. (han/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kesuksesan #obsesi #kepribadian #pencapaian diri