Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Benarkah Jajanan Picu Gagal Ginjal pada Anak? Begini Penjelasannya

Jay Wijayanto • Minggu, 12 Januari 2025 | 17:34 WIB

Ilustrasi jajanan cepat saji yang digemari anak anak.
Ilustrasi jajanan cepat saji yang digemari anak anak.


RADAR SURABAYA - Isu mengenai jajanan yang dapat memicu gagal ginjal semakin sering diperbincangkan di tengah masyarakat. Berbagai pemberitaan tentang keracunan makanan hingga kandungan berbahaya dalam jajanan membuat banyak orang khawatir, khususnya para orang tua yang peduli terhadap asupan makanan anak-anaknya. Namun, benarkah jajanan tertentu bisa memicu gagal ginjal?

Sebelum membahas lebih lanjut, penting untuk memahami apa itu gagal ginjal. Gagal ginjal adalah kondisi di mana ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah dan racun dari darah secara efektif. Penyakit ini bisa bersifat akut (mendadak) atau kronis (berkembang secara bertahap).

Beberapa faktor utama penyebab gagal ginjal meliputi:

1. Konsumsi Obat-obatan Tertentu: Penggunaan jangka panjang obat penghilang rasa sakit atau antibiotik tertentu dapat merusak fungsi ginjal.

2. Penyakit Kronis: Diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung adalah penyebab umum gagal ginjal kronis.

3. Keracunan: Paparan zat beracun, termasuk bahan kimia dalam makanan atau minuman.

4. Dehidrasi Berat: Kekurangan cairan dapat mengganggu aliran darah ke ginjal, menyebabkan kerusakan fungsi.

Gejala Terkena Serangan Gagal Ginjal:

- Pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau wajah.
- Kesulitan buang air kecil atau perubahan warna urine.
- Rasa lelah ekstrem dan mual.
- Nyeri punggung bagian bawah.

Jajanan dan Risiko Gagal Ginjal

Jajanan, terutama yang dijual di pinggir jalan, sering menjadi sorotan karena masalah kebersihan dan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang berbahaya. Berikut adalah beberapa kandungan yang sering ditemukan dalam jajanan dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi kesehatan ginjal:

1. Boraks dan Formalin

Boraks dan formalin adalah bahan kimia yang dilarang untuk digunakan dalam makanan. Namun, beberapa pedagang masih menggunakannya sebagai pengawet atau menambah tekstur pada jajanan seperti bakso, mi, atau tahu.

Dampaknya pada Ginjal:

- Boraks dapat menumpuk dalam tubuh dan merusak jaringan ginjal.
- Formalin bersifat toksik dan dapat menyebabkan keracunan akut,bahkan gagal ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah besar. .

2. Pewarna Tekstil

Beberapa jajanan menggunakan pewarna tekstil yang tidak aman untuk makanan. Pewarna ini sering ditemukan pada jajanan berwarna mencolok, seperti permen, kerupuk, atau es serut.

Dampaknya pada Ginjal:

- Pewarna tekstil mengandung zat kimia yang sulit diolah oleh ginjal, sehingga meningkatkan risiko kerusakan.
- Paparan jangka panjang dapat menyebabkan keracunan organ tubuh, termasuk ginjal.

Seorang ahli toksikologi, menjelaskan bahwa pewarna makanan yang tidak sesuai standar kesehatan bisa menjadi racun bagi tubuh. "Ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring zat tersebut, yang akhirnya dapat merusak fungsi ginjal," jelasnya.

3. Garam Berlebih

Jajanan seperti keripik, gorengan, dan makanan ringan lainnya sering mengandung garam dalam jumlah tinggi.

Dampaknya pada Ginjal:

- Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama gagal ginjal kronis.
- Garam juga dapat menyebabkan dehidrasi ringan, yang mempengaruhi aliran darah ke ginjal.

4. Gula Berlebih

Jajanan manis, seperti minuman kekinian, es krim, atau kue, sering mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Dampaknya pada Ginjal:

- Gula berlebih dapat menyebabkan obesitas dan diabetes, yang merupakan penyebab utama gagal ginjal kronis.
- Konsumsi gula tinggi juga dapat meningkatkan risiko peradangan yang merusak jaringan ginjal.

5. Minyak Jelantah

Gorengan sering menjadi favorit banyak orang, tetapi minyak yang digunakan untuk menggoreng sering kali adalah minyak jelantah yang sudah dipakai berulang kali.

Dampaknya pada Ginjal:

- Minyak jelantah mengandung radikal bebas dan zat karsinogenik yang sulit dikeluarkan tubuh.
- Zat-zat ini dapat menumpuk di dalam tubuh dan membebani fungsi ginjal.

Tips Aman Memilih Jajanan

Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat jajanan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Periksa Kebersihan: Pilih jajanan dari pedagang yang menjaga kebersihan lingkungan dan alat masaknya.
2. Hindari Warna Mencolok: Warna yang terlalu mencolok bisa menjadi indikasi penggunaan pewarna berbahaya.
3. Batasi Makanan Asin dan Manis: Kurangi konsumsi makanan yang tinggi garam atau gula.
4. Masak Sendiri: Jika memungkinkan, buat jajanan sendiri di rumah dengan bahan yang aman dan sehat.
5. Konsultasikan dengan Ahli Gizi: Jika ragu tentang keamanan suatu jajanan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Benarkah Jajanan Picu Gagal Ginjal?

Jajanan memang bisa menjadi salah satu faktor risiko gagal ginjal jika mengandung bahan kimia berbahaya, seperti boraks, formalin, atau pewarna tekstil. Selain itu, kandungan garam, gula, atau penggunaan minyak jelantah yang berlebihan juga dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan ginjal.

Namun, gagal ginjal biasanya disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk gaya hidup, riwayat penyakit, dan pola makan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih selektif dalam memilih jajanan dan menerapkan pola makan sehat.

Sebagai masyarakat, kita juga perlu lebih waspada terhadap jajanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan. Selalu periksa bahan-bahan yang digunakan, hindari konsumsi berlebihan, dan pastikan asupan makanan sehari-hari mendukung kesehatan tubuh, termasuk ginjal.

Dengan kesadaran dan tindakan preventif, kita dapat mengurangi risiko penyakit dan menjaga kesehatan ginjal sejak dini. Jika memiliki kekhawatiran terkait gagal ginjal atau makanan tertentu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. (ris/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#keracunan #gagal ginjal #jajanan