Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pesona Dayak Iban dalam Sentuhan Karya Keramik

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 11 Januari 2025 | 16:50 WIB

 

BUDAYA DAN SENI: Mizu memperlihatkan karyanya yakni aksesoris unik dari keramik yang terinspirasi dari budaya Dayak Iban, suku asalnya di Brunei Darussalam.
BUDAYA DAN SENI: Mizu memperlihatkan karyanya yakni aksesoris unik dari keramik yang terinspirasi dari budaya Dayak Iban, suku asalnya di Brunei Darussalam.

RADAR SURABAYA - Misa Zurinney Anak Minggu, atau yang akrab disapa Mizu, membuktikan bahwa seni dan budaya bisa berkolaborasi menghasilkan karya yang luar biasa.

Alumnus Desain Manajemen dan Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) ini menciptakan aksesoris unik dari keramik yang terinspirasi dari budaya Dayak Iban, suku asalnya di Brunei Darussalam.

Inovasi Mizu ini berhasil meraih penghargaan Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) 2024.

Tak hanya itu, aksesoris yang terdiri dari kalung, gelang, anting, dan cincin, juga berhasil memikat perhatian para pecinta fashion.

"Saya ingin memberikan penghormatan kepada almarhum kakek saya dan suku saya sendiri, Dayak Iban," ujar Mizu, Jumat (10/1).

Mizu mengambil desain dari sayur pakis dan selimut keramat pusaka keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

"Inspirasi hanya datang dari pencampuran dan meletakkan pakis untuk menciptakan lebih banyak bentuk," jelasnya.

Proses pembuatan aksesoris ini tidaklah mudah. Mizu harus melalui proses pembakaran keramik yang rumit dan penuh tantangan.

"Saat membuat cincin, saya harus mengubah desain keseluruhan karena ada masalah pada saat pengeringan. Bahkan selama proses pembakaran, dua per empat bagiannya selalu pecah karena konsistensi keramik yang digunakan terlalu kecil," ungkap Mizu.

Meskipun menghadapi berbagai kendala, Mizu berhasil menyelesaikan karyanya dengan penuh dedikasi.

Dia menargetkan pasarnya pada usia 22 hingga 40 tahun, yang dinilai memahami desain rumit dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

"Saya berharap dapat menginspirasi orang-orang tentang kebudayaan yang saya anut. Saya juga berharap melalui inovasi ini mereka dapat mengetahui lebih banyak tentang budaya saya dan cerita unik di balik setiap tenun atau bahkan perhiasan yang dibuat," harap Mizu.

Karya Mizu membuktikan bahwa kreativitas dan budaya bisa bersatu untuk menghasilkan karya yang indah dan inspiratif.

Dia berharap karyanya ini bisa menginspirasi banyak orang untuk lebih menghargai budaya dan tradisi yang dimiliki. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Aksesoris #dayak iban #brunei darussalam #ubaya