Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

98 Persen Anak Surabaya Tertarik dengan Permainan Tradisional

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 11 Januari 2025 | 16:39 WIB
GEMBIRA: Anak-anak di Surabaya mempunyai antusiasme dalam permainan tradisional.
GEMBIRA: Anak-anak di Surabaya mempunyai antusiasme dalam permainan tradisional.

RADAR SURABAYA - Antusiasme anak-anak dan remaja Surabaya terhadap permainan tradisional sangat tinggi.

Hal ini terlihat dari hasil road show yang dilakukan oleh Founder Kampoeng Dolanan, Mustofa Sam, di berbagai kampung di Surabaya.

Berdasarkan pengamatan Mustofa, hampir 98 persen anak-anak dan remaja yang diajak bermain menunjukkan antusiasme tinggi dalam melestarikan permainan tradisional.

Hanya segelintir anak yang menurut Mustofa ketagihan gadget dan tidak bisa lepas dari perangkat elektronik tersebut.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi Mustofa dalam memperkenalkan permainan tradisional bukanlah dari anak-anak, melainkan dari orang tua dan kakek nenek mereka.

"Tantangan terbesar kami bukanlah di anak-anak, melainkan di orang tua dan kakek nenek yang cenderung melarang anak-anak mereka bermain karena takut terjadi kecelakaan atau luka. Namun, saya yakin mereka akan terus melanjutkan permainan ini," ungkapnya.

Mustofa mengungkapkan, anak-anak dan remaja sangat senang ketika diajak bermain permainan tradisional.

"Mereka yang sudah memainkan permainan tradisional pasti ketagihan dan mereka akan terus memanfaatkan momen dengan mempraktekkannya kembali di kampung mereka," tutur pria yang akrab disapa Mustofa.

Mustofa menambahkan, antusiasme anak-anak terhadap permainan tradisional bisa mencapai 100 persen ketika diminta untuk memainkan lagi.

Apalagi permainan tradisional ada yang tidak memerlukan alat.

"Untuk melanjutkan saya rasa mereka bisa 100 persen. Apalagi ada permainan yang bisa dimainkan tanpa menggunakan alat. Ketika selesai mereka akan menanyakan kapan main lagi," imbuhnya.

Meski demikian dia menyadari bahwa sulit melepaskan anak-anak Surabaya dari gadget. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya sinergi antara permainan tradisional dan teknologi.

"Bisa lepas dari gadget memang susah, responsnya ketika ada gadget atau teknologi dengan sinergi dengan teknologi bukan menyampingkan," ujarnya.

"Tidak bisa dipungkiri permainan berkembang karena adanya teknologi konten-konten dibuat dengan teknologi. Jadi bijak-bijak saja dalam menggunakan teknologi terutama gadget," imbuhnya.

Mustofa optimitis bahwa antusiasme anak-anak Surabaya akan terus mendorong pelestarian permainan tradisional.

Hal ini sejalan dengan berbagai manfaat yang ditawarkan permainan tradisional, seperti melatih kerja sama, rasa percaya diri, dan sportivitas.

Dengan semakin banyaknya anak-anak yang tertarik bermain permainan tradisional, diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya luhur Indonesia ini. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#gadget #kampung dolanan #permainan tradisional #Anak Surabaya