Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kepribadian Seseorang Bisa Dilihat dari Caranya Bermedia Sosial, Begini Cara Mengetahuinya

Jay Wijayanto • Jumat, 10 Januari 2025 | 20:43 WIB
Mengetahui kepribadian seseorang dari gayanya bersosial media.
Mengetahui kepribadian seseorang dari gayanya bersosial media.

RADAR SURABAYA - Media sosial (medsos) saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sosial. Mayoritas masyarakat di era modern menggunakan berbagai platform medsos seperti Instagram, Facebook, hingga X untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan mengekspresikan diri.

Namun lebih dari itu, medsos juga dapat menunjukkan kepribadian individu. Dengan melihat frekuensi postingan, jenis konten, dan pola unggahannya, kita bisa mendapatkan gambaran kepribadian seseorang.

Banyak teori psikologi yang bisa digunakan untuk menganalisis perilaku tersebut. Namun, dalam artikel ini akan berfokus pada “Big Five Theory” yang akan menjadi dasar dalam memahami kepribadian individu.

Langsung saja simak penjelasan terkait teori kepribadian Big Five dan hubungannya dengan gaya bersosial media.

Teori Kepribadian Big Five

Teori kepribadian Big Five menjelaskan bahwa kepribadian manusia yang kompleks dapat dirangkum ke dalam lima ciri kepribadian, yaitu openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticsm.

Menurut teori ini, setiap individu bisa lebih kuat atau lemah dalam setiap dimensi kepribadian sehingga pemahaman terhadap Big Five Personality bisa menjadi dasar untuk menjelaskan di mana kekuatan kepribadianmu berada.

Berikut penjelasan mengenai lima dimensi kepribadian tersebut:

1. Openness

Dimensi kepribadian ini mencerminkan keterbukaan seseorang terhadap hal baru. Individu yang punya skor tinggi di openness memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, suka belajar hal baru, kreatif, dan imajinatif.

2. Conscientiousness

Conscientiousness berhubungan dengan kecermatan dan kehati-hatian dalam bertindak. Umumnya, individu dengan conscientiousness yang tinggi memiliki sifat yang optimis, stabil secara emosional, terorganisasi, dan berorientasi pada detail.

3. Extraversion

Individu dengan skor extraversion yang tinggi atau dikenal dengan extrovert suka berinteraksi secara sosial. Ia mudah berteman dan suka menjadi pusat perhatian. Bagi seorang ekstrovert, salah satu kebahagiaan dapat dirasakan ketika berada dalam situasi sosial yang melibatkan banyak orang.

4. Agreeableness

Merupakan dimensi kepribadian yang erat kaitannya dengan kepercayaan, kasih sayang, dan perilaku prososial lainnya. Individu dengan dominansi kepribadian ini memiliki empati yang tinggi, bisa dipercaya, dan siap membantu orang lain apabila membutuhkan pertolongan.

5. Neuroticism

Mengacu pada stabilitas emosi individu, dimensi neuroticism ditandai dengan kesedihan, kemurungan, dan ketidakstabilan emosi. Biasanya, individu ini lebih mudah stres dan cemas ketika menghadapi persoalan. Dari sisi emosional, neuroticism yang tinggi pada individu membuatnya merasa tidak aman dan mudah tersinggung.

Gaya Bersosial Media dan Dimensi Kepribadian

1. Ekstraversion (Ekstrovert)

Individu dengan tingkat ekstraversion yang tinggi cenderung lebih aktif berinteraksi dengan orang lain di sosial media. Mereka sering memposting konten, berkomunikasi dengan banyak orang, dan suka mencari interaksi sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian ini suka menjalin hubungan interpersonal.

2. Conscientiousness (kehati-hatian)

Berbanding terbalik dengan dimensi kepribadian ekstraversion, individu dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi cenderung menghabiskan sedikit waktu untuk berinteraksi dengan orang lain di sosial media.

Ketika beraktivitas di sosial media, baik untuk membagikan momen maupun berinteraksi dengan orang lain, ia cenderung memikirkan konsekuensi dari setiap unggahan dan lebih fokus pada penggunaan sosial media yang produktif, seperti pengembangan karier atau pendidikan.

3. Agreeableness (Keramahan)

Kepribadian ini cenderung menunjukkan perilaku positif di sosial media. Ia sering memberikan dukungan kepada orang lain, menjaga harmoni di sosial media, dan menghindari perbedaan yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Sikap ini mencerminkan bahwa individu tersebut berorientasi pada kerja sama dan empati.

4. Openness (Keterbukaan)

Individu dengan tingkat openness yang tinggi biasanya menggunakan media sosial untuk mengeksplorasi ide, budaya, atau pengalaman baru. Ia memakai lebih banyak waktu untuk mencari informasi tetang orang lain dan juga bermain game. Selain itu, kepribadian ini juga sering berbagi konten kreatif dan terlibat dalam diskusi yang bersifat intelektual atau artistik.

5. Neuroticsm

Berbeda dengan jenis kepribadian sebelumnya, individu yang memiliki skor tinggi dalam neurotisisme cenderung menggunakan sosial media untuk mencari dukungan emosional. Ia sering merasakan perasaan cemas sehingga cenderung menghindari konflik di sosial media. Sebagian dari individu ini juga suka memposting pembaruan konten di sosial media sebagai pelarian dari stres yang dialami di kehidupan nyata. (han/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#media sosial #kepribadian #konten #platform medsos