RADAR SURABAYA – Saat tahun baru Imlek, perayaan tahun baru bagi etnis Tionghoa, identik dengan sajian istimewa yang tak selalu ada di hari biasa.
Salah satunya adalah kue keranjang, yang juga dikenal sebagai kue bakul. Kue ini menjadi makanan khas yang selalu hadir dalam perayaan ini.
Disebut dengan kue keranjang di Indonesia, karena memiliki cetakan yang berbentuk keranjang kecil.
Kue yang berbahan dasar tepung ketan dan gula ini, juga memiliki makna keberuntungan.
Seperti di Kie Lidyana, sebuah produksi kue keranjang di Jalan Kalidami IX, Surabaya, yang banyak diburu menjelang Imlek.
Pemilik produksi kue keranjang, Feri Andrea mengungkapkan, sejak Desember lalu, pesanan kue keranjang terus membanjir.
"Meningkat selama menjelang Imlek, meningkat sampai 5.000 pak, karena dari Desember sudah bikin karena ada yang beli dan pesan terutama untuk perayaan tahun baru," ujar Feri, Rabu (8/1).
Meningkatnya permintaan membuat Feri harus menambah bahan baku, khususnya tepung ketan.
Dia kini membutuhkan 150 dus tepung ketan, lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
"Satu dus tepung berisi 20 kilogram. Tepung ketannya langsung dari pabrik," jelasnya
Selain tepung ketan, bahan baku lainnya adalah gula pasir dan karamel. Dalam sehari, Kie Lidyana mampu memproduksi 320 dus kue keranjang dengan harga mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu.
"Paling banyak yang dipesan yang isi empat, kedua yang isinya dua, terus yang mini isi sembilan," tambah Feri.
Pemesan kue keranjang Kie Lidyana tak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sulawesi, Kalimantan hingga Papua.
"Biasanya mereka ada yang dikonsumsi sendiri untuk suguhan saat Imlek, ada juga yang dijual lagi. Biasanya dititipkan di pasar tradisional maupun supermarket," terang Feri.
Kenaikan penjualan kue keranjang ini tak hanya disebabkan oleh tradisi, tetapi juga karena semakin banyaknya orang yang menyukai kue ini.
Kue keranjang menjadi hidangan istimewa dan juga oleh-oleh yang diburu saat Imlek.
"Saat ini kemasannya juga lebih menarik. Karena produksi ini musiman dan banyak dicari saat menjelang Imlek jadi saya terus berinovasi untuk memperbaiki kualitas dan kemasannya," tuturnya.
Kie Lidyana sendiri sudah berdiri selama 16 tahun. Feri, yang meneruskan usaha orang ibunya, terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas dan kemasan kue keranjang.
Dipercaya membawa keberuntungan dan bermanfaat bagi kesehatan, kue keranjang menjadi simbol penting dalam perayaan Imlek.
Kue ini biasanya disusun dengan rapi dan tinggi saat dihidangkan, menjadi simbol harapan untuk rezeki yang melimpah. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari