RADAR SURABAYA - Ajang Puteri Indonesia Jawa Timur 2025 tak hanya soal kecantikan dan kecerdasan, tapi juga soal keahlian memasak.
Tahun ini, para finalis diuji kemampuan mereka dalam memasak hidangan pedas yang lezat, dengan tantangan unik yang menguji kreativitas dan kemampuan berbelanja mereka.
Acara yang digelar di Food Junction, Grand Pakuwon Surabaya ini berbeda dengan tahun sebelumnya, para finalis Puteri Indonesia Jawa Timur 2025 kali ini tidak hanya diberikan menu yang sudah ditentukan.
Mereka harus berbelanja di pasar tradisional dengan menggunakan uang monopoli, yang membuat mereka berpikir kreatif dalam memilih bahan makanan dan merancang menu yang lezat dan berprotein.
"Lomba masak kita ini spesial. Setiap finalis akan berbelanja dengan menggunakan uang monopoli untuk berbelanja ke pasar yang sudah disediakan. Dari situ kita ingin tahu kreativitas mereka dari uang yang sudah disediakan ini. Mereka bisa bisa belanja dan masak apa saja. Menu makanan yang berprotein." ujar Digital Marketing Manager PT Sekar Laut Tbk (Finna Food), Herman Kurniawan, Selasa (7/1).
Salah satu finalis Puteri Indonesia Jawa Timur 2025, Melati Tedja mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan tantangan ini.
"Ini merupakan terobosan baru dengan sambal saja orang bisa memasak." kata Melati.
Dia juga menambahkan, ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Puteri Indonesia tidak hanya cantik, tapi juga bisa memasak.
Melati mengaku tahun lalu dia juga mengikuti lomba memasak, namun dengan konsep yang berbeda.
"Tahun lalu memasak dengan diberi beberapa menu yang sudah ditentukan lewat undian. Tapi sekarang berbeda dan penuh dengan challenge (tantangan)," jelasnya.
Dengan hadirnya sambal sebagai tambahan dalam masakan ini menurutnya semua makanan bisa menjadi lezat.
Dia mencontohkan ketika berada di Vietnam yang menu makannya hambar.
"Saya beri sambal terasi akhirnya makanannya jadi lezat. Kebetulan saya suka yang sambal uleg terasi," ungkap Melati.
Pemegang mahkota Puteri Indonesia Jawa Timur 2024 ini turut memeriahkan ajang tahun ini dengan berpartisipasi dalam sebuah kontes masak.
"Jadi kebetulan saya hadir di sini, bukan hanya sebagai bagian dari cooking show bersama Finna, tapi juga untuk meneruskan mahkota kepada penerus saya. Memasak bersama Finna ini tahun kedua bekerja sama dengan kami," ujar Melati.
Ajang Puteri Indonesia Jawa Timur 2025 ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda perempuan yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki keahlian dan kepedulian terhadap kuliner Indonesia. (sam/nur)
Editor : Nurista PurnamasariSumber : radar surabaya