Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Manfaat Sifat Anti Oksidan dan Anti Inflamasi pada Tumbuhan Curcuma

Indra Wijayanto • Jumat, 20 Desember 2024 | 20:40 WIB
Photo
Photo

OLEH: Aldhamar Gala Sandika (*)

CURCUMA atau kunyit telah lama dikenal sebagai salah satu tumbuhan herbal yang kaya manfaat. Selain digunakan dalam dunia kuliner, kunyit memiliki reputasi sebagai bahan alami yang berkontribusi besar terhadap kesehatan manusia.

Hal ini terutama berkat kandungan senyawa aktif utamanya, yaitu curcumin, yang memiliki sifat anti oksidan dan anti inflamasi.

Anti oksidan pada curcuma berperan penting dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh. Sifat ini membantu memperlambat proses penuaan dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit jantung.

Menurut Dr. Inggrid Tania (Soho Global Health, 27 Oktober 2020), curcumin dalam curcuma berfungsi sebagai hepatoprotektor yang melindungi fungsi hati dengan melawan proses oksidasi oleh radikal bebas.

Curcumin juga dikenal sebagai agen anti-inflamasi alami yang ampuh. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini dapat menghambat molekul penyebab peradangan, menjadikannya solusi efektif untuk meredakan gejala arthritis, nyeri sendi, dan kondisi inflamasi lainnya.

Menurut Maksum Rangkuti (Fahum.UMSU, 20 November 2024), curcumin telah terbukti mengurangi peradangan dalam tubuh secara signifikan.

Curcumin memiliki kemampuan menembus penghalang darah-otak, sehingga dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif. Hal ini membantu mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Selain itu, curcumin juga meningkatkan kadar BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), yang berperan dalam pertumbuhan dan regenerasi sel-sel saraf. Dr. Fadhli Rizal Makarim (Halodoc, 6 Desember 2022) menyebutkan bahwa konsumsi curcuma secara teratur dapat meningkatkan daya ingat dan kinerja otak, terutama pada orang dewasa tanpa demensia.

Curcuma merangsang produksi empedu, yang penting untuk pencernaan lemak, dan dapat membantu mengatasi gangguan seperti sindrom iritasi usus. Selain itu, curcumin juga berfungsi sebagai imunomodulator yang meregulasi respons imun tubuh, membantu melawan infeksi, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Curcuma dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari bubuk, teh, hingga suplemen. Untuk meningkatkan bioavailabilitas curcumin, sebaiknya dikombinasikan dengan lada hitam yang mengandung piperin.

Penelitian menunjukkan bahwa piperin dapat meningkatkan penyerapan curcumin hingga 2000 persen. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu.

Kesimpulan

Manfaat anti oksidan dan anti inflamasi pada curcuma menjadikannya salah satu tumbuhan herbal yang berpotensi besar dalam mendukung kesehatan manusia. Konsumsi curcuma secara teratur dapat membantu mencegah berbagai penyakit kronis yang disebabkan oleh stres oksidatif dan peradangan.

Meski demikian, curcuma sebaiknya digunakan sebagai bagian dari pola hidup sehat secara menyeluruh, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Dengan memanfaatkan khasiat curcuma, kita dapat menjaga kesehatan tubuh dan mendukung pencegahan penyakit, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. 

(*) Prodi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Jay Wijayanto
#Anti oksidan #dunia kuliner #tumbuhan herbal #curcuma #Anti Inflamasi #curcumin #kunyit