Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anak-anak Disabilitas Sanggar MJE Surabaya Memukau dengan Tari Payung Silih Asih

Lambertus Hurek • Selasa, 3 Desember 2024 | 20:13 WIB
Anak-anak disabilitas dari Sanggar MJE Surabaya menyajikan Tarian Payung Silih Asih di depan peserta seminar nasional di Surabaya. (IST)
Anak-anak disabilitas dari Sanggar MJE Surabaya menyajikan Tarian Payung Silih Asih di depan peserta seminar nasional di Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA – Anak-anak disabilitas dari Sanggar Mulyo Joyo Enterprise (MJE) Surabaya berhasil memukau para tamu dengan penampilan Tari Payung Silih Asih dalam Seminar Nasional Wilwatikta Acarita yang digelar di ASEEC Tower, kompleks Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (3/12).

Tari Payung Silih Asih, yang mengusung tema kebersamaan dan kasih sayang, menjadi salah satu momen mengharukan dalam seminar yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Para penari mampu menampilkan gerakan penuh harmoni tanpa adanya komando langsung dari sang pelatih.

Hal ini menunjukkan kemampuan luar biasa mereka dalam menghafal, memahami komposisi, serta mengekspresikan tema dan konsep tari dengan sempurna. Sri Mulyani, pemilik sekaligus pelatih Sanggar MJE Surabaya, merasa sangat bangga dengan pencapaian anak-anak didiknya.

"Mereka tampil bagus, membuat para tamu terharu. Yang paling mengagumkan adalah mereka bisa tampil tanpa ada yang memberi komando di depan, tetapi mereka tetap hafal, tahu komposisi, dan mampu mengekspresikan suasana sesuai tema dan konsep koreografi," ungkap Sri.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para penari. "Ibu bangga pada kalian semua. Kalian anak-anak yang hebat luar biasa. Selamat, Nak. Kalian berhasil memukau para tamu dan membuat kami semua bangga," tambah Sri Mulyani.

Sebagai pencipta Tari Payung Silih Asih, Sri Mulyani menjelaskan bahwa payung bukan hanya melindungi dari hujan dan terik matahari, tetapi juga menjadi simbol inspirasi untuk tidak pernah menyerah meski menghadapi kesulitan.

"Tantangan dan kesulitan bukan untuk dihindari, melainkan harus dihadapi dengan berani. Kita harus berjalan dengan penuh keyakinan bahwa takdir Tuhan adalah yang terbaik," jelasnya.

Penampilan ini menjadi bukti nyata bahwa kemampuan anak-anak disabilitas dalam berkarya dan mengungkapkan perasaan melalui seni tidak kalah dengan orang lain, memberikan pesan positif bagi semua yang hadir di acara tersebut. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#Tari kreasi baru Surabaya #sri mulyani koreografer #Sanggar Tari Mulyo Joyo Enterprise #tari anak disabilitas surabaya