RADAR SURABAYA – Surabaya menjadi salah satu kiblat dan kota dengan perkembangan mode yang pesat.
Banyak desainer berasal dari Kota Pahlawan dan berkiprah luar biasa di nasional maupun internasional.
Banyak brand lahir di kota ini dan menghadirkan beragam tren busana.
Sebagai salah satu kota fashion di Indonesia, Indonesia Fashion Chamber (IFC) chapter Surabaya kembali menghadirkan Soerabaia Fashion Trend (SFT) 2025.
Untuk kedua kalinya gelaran ini hadir di Ciputra World Surabaya dengan membawa konsep baru yang lebih menarik dan inklusif.
Acara ini mengangkat tema Quiet Artistry dengan konsep fashion show tanpa panggung yang mengarah pada trunk show.
"SFT kali ini menghadirkan 39 peserta dewasa dan sekitar 20 peserta anak-anak," ujar Aldre, Ketua Panitia SFT, Senin (2/12).
Pihaknya ingin membuat acara ini lebih kolaboratif dengan menghadirkan bazar makanan, sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan.
Konsep trunk show yang diusung SFT kali ini menawarkan pengalaman yang lebih intim dan personal bagi pengunjung.
Para desainer dapat menampilkan koleksi mereka secara langsung kepada calon pembeli, sekaligus berinteraksi dan memberikan penjelasan detail mengenai setiap desain.
"Kami ingin menciptakan ekosistem yang terintegrasi, di mana para desainer, pembeli, dan pengunjung dapat saling terhubung," terangnya.
Sementara itu, salah satu desainer yang ikut berpartisipasi dalam SFT adalah Mahdeeya, yang menghadirkan koleksi The Journey To The Middle East.
Koleksi ini mengusung konsep ready to wear style dan style basic romantis, dengan gaya berpakaian berlapis-lapis yang khas Timur Tengah.
"Saya ingin menampilkan gaya berpakaian Timur Tengah yang lebih modern," jelas Mahdeeya.
Dia menggunakan bahan untuk koleksinya dengan katun, bordir, dan bisban silhouette dengan warna dingin dan netral, serta detail bordir heksagonal yang unik.
"Saya menampilkan 10 looks yang memadukan elemen tradisional dengan sentuhan modern, seperti penggunaan salvar (celana khas Timur Tengah), chemiss dress (semacam tunik), zibin (jaket pendek), dan kaftan," ujarnya.
SFT diharapkan dapat menjadi platform yang efektif untuk mempromosikan desainer lokal dan mengangkat tren fashion terbaru di Surabaya.
Dengan konsep yang lebih interaktif dan inklusif, SFT menjanjikan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi semua pengunjung. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari