Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lagu "Selen Ro" Yang Viral di NTT Ternyata Diciptakan di Vatikan, Begini Proses Awalnya

Lambertus Hurek • Minggu, 24 November 2024 | 11:36 WIB
Pater Markus Solo Kewuta SVD bersama Paus Fransiskus di Vatikan. Pater Markus juga seorang komposer yang menciptakan banyak lagu daerah dan lagu rohani. (IST)
Pater Markus Solo Kewuta SVD bersama Paus Fransiskus di Vatikan. Pater Markus juga seorang komposer yang menciptakan banyak lagu daerah dan lagu rohani. (IST)

RADAR SURABAYA - Lagu berirama dolo-dolo berjudul "Selen Ro" kini menjadi fenomena di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Flores Timur dan Lembata. Lagu yang awalnya diciptakan oleh Pater Markus Solo Kewuta SVD, seorang pastor asal Flores Timur yang saat ini bertugas di Vatikan, sempat dirilis di YouTube namun tidak begitu populer.

Namun, tak disangka, lagu ini menjadi sangat viral setelah dibawakan oleh Ancis Matarau, penyanyi asal Lembata. Kini, "Selen Ro" telah menjadi lagu yang hampir selalu diputar dalam berbagai acara adat dan keagamaan di NTT.

Lagu Selen Ro sering digunakan untuk mengiringi tarian pengantar pengantin, menyambut tamu agung, serta dalam perayaan syukur tahbisan imam atau uskup baru. Vahkan, pekan lalu, lagu Selen Ro mengiringi tarian yang dilakukan oleh para suster di Larantuka untuk menyambut kedatangan Menteri Maruarar Sirait, yang mengunjungi korban bencana alam erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

"Budaya adalah perekat identitas sebuah komunitas dan sebuah bangsa. Menuju Lamaholot dan Flotim yang semakin seni, semakin rukun, damai, dan maju. Cinta Flotim. Cinta Lamaholot," tulis Markus Solo.

Pesan yang ingin disampaikan melalui video tari "Selen Ro" tersebut adalah pentingnya setiap warga komunitas dan bangsa untuk mencintai budaya mereka sendiri, karena seni budaya adalah penguat identitas, perekat kebhinekaan, dan penguat kerukunan beragama di komunitas dan masyarakat bangsa.

Pater Markus mengungkapkan, "Lagu Selen Ro viral jadi begini berkat kerja sama saya dengan ade Ancis Matarau dan para musisi di Univilson Maumere. Kalau saya sendiri, tentu tidak akan viral seperti saat ini. Semua berkat kerja sama kami bertiga yang baik, sekalipun hanya lewat WhatsApp."

Pater Markus yang sejak Juli 2007 menjadi anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue, PCID) di Vatikan. Ia juga menjadi orang Indonesia pertama di Kuria Tahta Suci Vatikan.

Selain menangani Desk Islam di Asia dan Pasifik, sejak 2015, ia mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Presiden Yayasan Nostra Aetate yang bertugas untuk memajukan pendidikan perdamaian dan pembentukan duta-duta perdamaian dari berbagai agama non-Kristiani.

Di luar tugas-tugas tersebut, Pater Markus yang memiliki hobi di bidang musik dan olahraga ini juga berperan sebagai Ceremonial Liturgi bagi Paus Fransiskus di Vatikan. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#Lagu Selen Ro viral di NTT #Pater Markus Solo Kewuta SVD #Bahasa Lamaholot Flores Timur #Lagu daerah NTT Selen Ro