Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Unik dan Kreatif, Instalasi Rajutan Karya Seniman Mulyana Hadirkan Karakter Biota Laut

Rahmat Sudrajat • Jumat, 22 November 2024 | 01:57 WIB
KARAKTER KHAS: Pengunjung mengamati karya dari seniman rajut Mulyana yang mengangkat tema dunia bawah laut berjudul A Man, A Monster and The Sea di Orasis Art Space Surabaya.
KARAKTER KHAS: Pengunjung mengamati karya dari seniman rajut Mulyana yang mengangkat tema dunia bawah laut berjudul A Man, A Monster and The Sea di Orasis Art Space Surabaya.

RADAR SURABAYA – Banyak seniman di Indonesia yang memiliki karya kreatif dengan media yang unik.

Salah satunya yakni Mulyana. Seniman rajut ini terkenal dengan karakter gurita.

Untuk pertama kalinya Mulyana menghadirkan pameran instalasi di Surabaya bertajuk A Man A Monster and The Sea di Orasis Art Space, Citraland, Surabaya.

Pameran ini menjadi momen istimewa bagi Mulyana untuk memperkenalkan kembali karakter Mogus.

Mogus sendiri merupakan kepanjangan dari Monster Gurita Sigarantang yang telah menjadi ikon karyanya sejak tahun 2008.

"Saya ingin mengenalkan Mogus kembali, terutama di Surabaya yang menurut saya punya tempat pameran yang menarik di Orasis Art Space," ungkap Mulyana, Kamis (21/11).

Pria asal Bandung ini menampilkan lima karya instalasi yang memadukan Mogus dengan berbagai elemen laut, seperti ikan dan koral.

Mulyana menggunakan teknik rajut modular, yang dia pelajari sejak masa kuliah, untuk membentuk instalasi yang besar dan kompleks.

"Awalnya saya pakai kertas origami, tapi kemudian saya menemukan rajutan sebagai media yang lebih kuat dan menarik," jelas Mulyana. 

Baginya menggunakan benang rajutan ini juga menantang karena dia harus merancang dan berpikir secara detail, menghitung pola, dan bersabar dalam proses pembuatannya.

Mulyana juga menekankan bahwa rajutan bukan hanya untuk perempuan. "Saya ingin mematahkan stereotip bahwa rajutan hanya untuk ibu-ibu," tegasnya. 

Menurutnya, rajutan ini sangat seru, menantang, dan memungkinkan saya untuk mengekspresikan diri dengan bebas.

Dalam pameran ini, Mulyana juga menggunakan bahan daur ulang, seperti kantong plastik dan limbah tekstil, untuk menciptakan karya-karya yang ramah lingkungan. 

"Saya ingin menunjukkan bahwa seni bisa menjadi media untuk peduli terhadap lingkungan," ujar Mulyana.

Selama ini Mulyana melakukan pameran di berbagai negara sejak tahun 2012, dengan pameran tunggal pertama pada tahun 2011. Di Surabaya merupakan kali pertama di mengadakan pameran. 

"Pameran Mogus ini pernah di Jepang, Belanda, Australia, Korea hingga Thailand. Dan di Indonesia ini di Bandung biasanya dan ini baru di Surabaya," terangnya.

Pameran ini merupakan media bagi Mulyana untuk mengekspresikan dirinya, khususnya melalui karakter Mogus yang telah ia kembangkan sejak lama.

Selain itu, penggunaan bahan daur ulang dalam karyanya menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan.

"Pameran ini merupakan perpaduan dari ekspresi diri, tantangan terhadap norma sosial, kepedulian lingkungan, dan  perjalanan artistik," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#seniman #mogus #seniman rajut #seni instalasi #biota laut