Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nuel Muda, Komposer Musik Liturgi Asal Sumba, Sudah Ciptakan Ratusan Lagu

Lambertus Hurek • Kamis, 21 November 2024 | 03:51 WIB
Nuel Muda bersama istri tercinta, Umi. Masih produktif dan kreatif di usia senja. (IST)
Nuel Muda bersama istri tercinta, Umi. Masih produktif dan kreatif di usia senja. (IST)

RADAR SURABAYA - Di usianya yang sudah senja, 69 tahun, Emanuel Laurentius Muda masih produktif menciptakan lagu. Sebagian besar lagu karya Nuel Muda, sapaan akrabnya, adalah nyanyian liturgi Katolik. Nuel Muda telah menghasilkan lebih dari 120 lagu. 

Karya-karya Nuel yang memuliakan Tuhan dihimpun dalam sebuah buku berjudul "Nyanyikan Lagu Baru bagi Tuhan". Namun, buku ini belum diterbitkan karena kendala biaya. Hanya beberapa teman dekat yang memiliki buku tersebut.

"Saya ketik sendiri semua lagu ciptaan saya menggunakan program Words dengan format yang saya buat sendiri," ujar Nuel Muda kepada Radar Surabaya, Rabu (20/11).

Pria kelahiran Weetebula, Sumba Barat Daya, NTT, 10 Desember 1955, itu mengaku selalu menggunakan lagu-lagunya setiap kali bertugas memimpin paduan suara. "Saya siapkan fotokopi teks untuk umat, dan mereka dilatih bernyanyi bersama," tambahnya.

Nuel Muda mengungkapkan bahwa ia banyak belajar dari mendiang Romo Karl Edmund Prier, SJ, direktur Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta. "Beliau sering memberikan koreksi pada komposisi dan aransemen lagu-lagu saya," jelasnya.

Inspirasi menciptakan lagu kerap datang dari pengalaman sehari-hari. Salah satunya adalah lagu "Marilah Kita Merenungkan", yang idenya muncul saat perjalanan dari Yogyakarta ke Purwokerto. 

"Melodi itu tiba-tiba muncul di kepala, lalu saya matangkan saat sudah sampai rumah," kenang pria yang menjadi organis di Gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto sejak tahun 1990 hingga sekarang itu.

Selain itu, Nuel juga menciptakan lagu-lagu bertema khusus seperti "Panggilan Tuhan", yang mengajak umat menanggapi panggilan Allah, dan "Jagalah KawananKu", yang diciptakan untuk para imam agar tetap setia pada janji imamat.

"Semua talenta ini adalah pemberian Tuhan, maka saya persembahkan kembali kepada-Nya," tutur Nuel Muda penuh syukur. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#Nuel Muda lagu liturgi #lagu gerejawi #musik liturgi #aransemen paduan suara #pencipta lagu