Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

70 Persen Masyarakat Indonesia Alami Masalah Gigi dan Mulut

Rahmat Sudrajat • Rabu, 20 November 2024 | 18:09 WIB
Dalam bulan kesehatan gigi nasional dilakukan pemeriksaan gigi gratis, hal ini untuk mewujudkan Indonesia Bebas Karies 2030.
Dalam bulan kesehatan gigi nasional dilakukan pemeriksaan gigi gratis, hal ini untuk mewujudkan Indonesia Bebas Karies 2030.

RADAR SURABAYA - Permasalahan kesehatan gigi dan mulut saat ini masih menjadi masalah besar di tengah masyarakat.

Oleh karena itu perlu sosialisasi dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

Menurut Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, drg Dini Setyowati, tingginya permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia menjadi permasalahan yang serius.
Data menunjukkan prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut tidak pernah di bawah 70 persen.

“Padahal gigi yang sehat adalah pondasi dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) tahun ini merupakan momentum penting bagi kami sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat agar tahu, mau, dan mampu untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka,” kata Dini, Rabu (20/11).

Dengan adanya kegiatan seperti pengobatan gratis, SHP dan teledentistry, Dini berharap terhadap kontribusi nyata program tersebut.

Tentunya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Surabaya dan sekitarnya.

“Semoga rangkaian kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Terutama dalam mendukung tercapainya Indonesia bebas karies 2030, yang menjadi salah satu langkah penting menuju Indonesia Emas 2045,” harapnya.

Sementara itu, pengobatan gratis atau free dental treatment (FDT) merupakan perawatan gigi dan mulut sederhana.

Seperti pembersihan karang gigi, tambal gigi, pencabutan gigi, fissure sealant, dan topikal aplikasi fluoride & DHE.

Tahun ini, pihaknya menargetkan 750 pasien termasuk 10 anak berkebutuhan khusus bisa berpartisipasi dalam FDT.

Pihaknya juga melibatkan 130 pasien yatim piatu. Sehingga total keseluruhan pasien FDT pada 2024 diperkirakan mencapai 880 pasien.

Selain pengobatan gratis, BKGN tahun ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak Oktober.

Sebelumnya, telah dilakukan School Health Program (SHP) berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. SHP ini menyasar lima sekolah dasar di Surabaya.

"Melalui SHP, harapannya kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat meningkat sejak usia dini," ujarnya.

Selain itu, teledentistry online juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan BKGN.

Program yang sebelumnya telah berlangsung pada Senin (4/11) hingga Rabu (6/11) ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berkonsultasi online mengenai permasalahan gigi dan mulut secara gratis.

"Teledentistry bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses untuk datang ke fasilitas kesehatan," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kesehatan gigi dan mulut #Unair #bulan kesehatan gigi nasional #gigi berlubang