Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pameran Keris Nusantara di Balai Pemuda Surabaya, Ada Koleksi Milik Presiden Prabowo Subianto

Rahmat Sudrajat • Selasa, 19 November 2024 | 02:09 WIB
WARISAN BUDAYA: Keris Hanoman Pamor Ombak Segara yang dipamerkan dalam Pameran Transformasi Keris Nusantaradi Galeri Dewan Kesenian Surabaya kompleks Balai Pemuda Surabaya.
WARISAN BUDAYA: Keris Hanoman Pamor Ombak Segara yang dipamerkan dalam Pameran Transformasi Keris Nusantaradi Galeri Dewan Kesenian Surabaya kompleks Balai Pemuda Surabaya.

RADAR SURABAYA – Indonesia sangat kaya akan budaya dan warisan leluhur. Bahkan diantaranya ada yang masih lestari hingga kini. Salah satunya yakni keris.

Untuk melestarikan budaya leluhur bangsa, puluhan benda pusaka keris atau tosan aji dipamerkan di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) Kompleks Balai Pemuda Surabaya.

Koleksi keris dari para kolektor maupun empu keris dari berbagai Nusantara ini dipamerkan dengan nilai keindahan fisiknya dan falsafahnya.

Menariknya, acara yang bertajuk Pameran Transformasi Keris Nusantara ini juga terdapat koleksi keris milik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dipamerkan.

Selain itu, keris karya Empu Haryo asal Surabaya yang sudah dipatenkan juga akan diberikan kepada Presiden Prabowo.

Keris yang akan diberikan ke Presiden Prabowo Subianto merupakan keris Hanoman Pamor Ombak Segara.

Menurut sekretaris panitia pameran, Novyan Isnaini, keris yang akan diberikan ke Presiden Prabowo merupakan keris dengan dapur hanoman dan pamor ombak segara.

Keris tersebut membawa pesan tentang keberanian, kecerdasan dan keseimbangan hidup.

Keris tersebut tidak hanya dilihat sebagai senjata atau benda pusaka tapi juga sebagai pengingat filosofi hidup yang penuh makan bagi pemegang atau pemiliknya.

Agar selalu tegas dalam menghadapi tantangan, setiap pada kebenaran dan mampu membawa perubahan hidup.

"Dengan memberikan keris ini ke pak Prabowo sebagai harapan kita pencinta budaya supaya Presiden Prabowo ini bisa memerintah Republik Indonesia dengan adil dan bijaksana. Serta kuat makanya dapur hanoman yang berarti sakti mandraguna. Kalau pamornya ombak segara diharapkan mampu dan melintasi rintangan dengan baik saat memimpin republik ini," harap Novyan, Senin (18/11).

Bahkan, rencananya jika Menteri Kebudayaan, Fadli Zon tidak berhalangan hadir maka keris untuk Presiden Prabowo akan diserahkan langsung.

"Sayangnya pak Fadli Zon tidak bisa hadir lagi di Peru informasinya. Kalau beliau hadir keris untuk pak Prabowo ini akan kami titipkan ke pak Fadli Zon," ungkapnya.

Sedangkan keris koleksi Presiden Prabowo yang dipamerkan tersebut merupakan keris buatan lama bahkan turun temurun yang diwariskan.

Novyan mengatakan, keris tersebut dapurnya dari balebang berasa dari perak dan gading asli.

"Ya ini merupakan salah satu koleksi milik pak Prabowo yang kita pamerkan juga. Pak Prabowo kerisnya banyak karena beliau cinta pada budaya leluhur," ujarnya.

Sementara itu, dalam pameran tersebut Novyan menyebut ada 15 kolektor yang berasal dari berbagai daerah seperti Lombok, Makassar, Yogyakarta, Tuban, Jakarta, Surabaya, Malang hingga Madiun.

Ada juga bursa keris atau benda pusaka yang berasal dari 35 perajin keris.

Pemeran keris diadakan sebagai perwujudan dari upaya para pecinta dan penggiat budaya nusantara untuk ikut melestarikan budaya leluhur bangsa Nusantara salah satunya benda pusaka keris. 

"Tujuan pameran ini kepada generasi muda untuk bisa mencintai minimal mengetahui tentang benda pusaka. Kalau sudah tahu bisa paham, kalau sudah paham bisa mencintai, kalau mencintai bisa melestarikan," ujarnya.

Keris merupakan warisan tak benda yang sudah diakui oleh UNESCO tahun 2005. Keris merupakan world heritage warisan dunia tak benda.

"Nah, kalau UNESCO mau mengakui masak kita gak mau mengakui," tegas Novyan.

Sampai saat ini para perajin atau empu keris masih eksis di tengah arus modernisasi zaman.

Bahkan ada generasi penerus yang ikut terlibat untuk melestarikan warisan leluhur tersebut.

"Kalau empunya sendiri saat ini masih eksis tapi gak banyak karena menjadi empu harus ada skill khusus. Empunya sendiri ada yang dari generasi penerus masih ada hasil karyanya," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Galeri Dewan Kesenian Surabaya #Prabowo Subianto #keris #Pusaka #balai pemuda surabaya #benda pusaka