RADAR SURABAYA- Untuk melengkapi transportasi di bandar udara Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini sudah dibangun perlu didukung kereta untuk menghubungkan dengan daerah yang ada di sekitarnya.
Hal ini untuk mendukung mobilisasi masyarakat agar lebih memudahkan.
Kereta bandara tersebut merupakan gagasan dan inovasi dari I Putu Dewangga Mahesa yang berfokus pada desain eksterior dan interior kereta listrik yang menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan IKN.
Menurut Dewangga, dalam perancangannya, kereta ini mengunggulkan desain kepala kereta yang berbentuk streamline sehingga menunjukkan kesan modern dan futuristik.
Bentuk kepala kereta ini meminimalkan hambatan udara sehingga kereta mampu mencapai kecepatan maksimum hingga 160 kilometer per jam.
Dia juga menambahkan model kepala kereta ini belum umum digunakan di Indonesia.
"Bagian depan dari kepala kereta juga dilengkapi dengan dua buah pintu yang mengintegrasikan sistem sambungan antar-rangkaian kereta. Hal ini memungkinkan penumpang berpindah rangkaian dengan mudah, sehingga inovasi ini menambah kapasitas secara efektif saat dua rangkaian kereta digabungkan,” kata Dewangga, Rabu (6/11).
“Selain itu, pintu ini juga dapat dijadikan sebagai tempat evakuasi jika terjadi keadaan darurat,” imbuhnya.
Kereta bandara ini diberi nama Batara Airport Express. Batara menurut Dewangga merupakan kepanjangan dari Balikpapan - Nusantara.
Dalam rancangannya tersebut kereta akan melayani rute kereta dari IKN hingga Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.
"Letak bandara yang strategis dapat membuat kereta ini menjadi salah satu ikon transportasi di IKN," imbuhnya.
Alumnus Departemen Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menjelaskan perbedaan spesifikasi antara jalur kereta yang telah direncanakan oleh pemerintah IKN dengan jalur yang selama ini ada di Indonesia.
Oleh karena itu, desain yang ada harus menyesuaikan dengan rencana rute dan spesifikasi optimal kereta.
“Sekarang kita menyesuaikan dengan standar internasional perkeretaapian, contohnya pada lebar rel dan dimensi kereta,” ujar Dewangga.
Menariknya, kereta ini juga menghadirkan konsep natural yang memadukan elemen alam pada desain kereta.
Dengan memadukan warna biru dan hijau sebagai representasi keindahan alam Indonesia.
Selain itu, bentuk kereta terinspirasi dari morfologi tubuh capung yang memanjang.
“Capung dilambangkan sebagai hewan yang hidup di lingkungan sehat. Konsep natural ini sejalan juga dengan tujuan IKN sebagai forest city," ungkap pria yang akrab disapa Angga ini.
Kereta cepat ini juga menyediakan fitur yang dapat memudahkan aktivitas penumpang di dalam kereta.
Fitur tersebut antara lain berupa pintu otomatis, area untuk pengguna kursi roda, serta rak untuk menyimpan barang bawaan.
"Interior kereta didesain sesuai dengan antropometri atau dimensi fisik manusia sehingga dapat mengoptimalkan kenyamanan penumpang," jelas pemuda asal Bekasi ini.
Atas desain dan inovasinya tersebut dia meraih penghargaan pada gelaran Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-5.
Dengan menyabet predikat terbaik pada kategori Service Oriented Design Solution IIDSA 2024. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari