Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Melihat dari Dekat Keterlibatan Masyarakat Surabaya dalam Perang 10 November 1945

Rahmat Sudrajat • Minggu, 3 November 2024 | 02:02 WIB
CERITA PERANG: Sejumlah pengunjung mengamati foto-foto dan film pendek dengan tema In The Light Of Our Heroes yang menceritakan pertempuran kemerdekaan di Basement Alun-alun Surabaya.
CERITA PERANG: Sejumlah pengunjung mengamati foto-foto dan film pendek dengan tema In The Light Of Our Heroes yang menceritakan pertempuran kemerdekaan di Basement Alun-alun Surabaya.

RADAR SURABAYA - Meletusnya perang 10 November 1945 yang terjadi di Kota Surabaya tidak hanya terlepas dari tentara dan prajurit saja.

Namun ada banyak pihak yang terlibat, seperti tenaga kesehatan, masyarakat yang memasak di dapur umum hingga petugas kereta api yang membantu mengevakuasi para korban ke luar kota Surabaya dengan menggunakan kereta api.

Selain itu, kondisi kota Surabaya akibat perang yang sepi juga banyaknya para pengungsi.

Sisi humanis ini yang memperlihatkan kondisi dalam perang 10 November yang disajikan dalam Surabaya Heroes Virtue (2) In The Light of Our Heroes, Art and Photo Exhibition dengan tema Despite War, Humanity Shines yang digelar di ruang bawah tanah Alun-Alun Surabaya.

Exhibition yang diiniasitori oleh Begandring Soerabaia ini mengajak masyarakat luar khususnya anak muda untuk lebih mengetahui sisi lain perjuangan secara humanis dalam peperangan 10 November. 

"Supaya menjadikan masyarakat khususnya anak muda semakin terbuka dari sisi peperangan 10 November 1945. Ada yang bergulat dengan nyawa ada yang berusaha menyelamatkan nyawa," ujar ketua Begandring Soerabaia, Achmad Zaki Yamani, Jumat (1/11).

Lebih lanjut Zaki menjelaskan, dalam exhibition tersebut ada 150 foto yang memperlihatkan tentang kondisi perang 10 November 1945 di Surabaya.

Kondisi dapur umum, pengungsian, korban, hingga petugas kesehatan yang tengah merawat para pejuang.

Juga replika tandu Rumah Sakit Simpang Surabaya yang menggunakan karung, sarung hingga baju.

Ada juga peralatan dapur umum untuk memasak saat era perjuangan seperti dandang, wakul atau tempat nasi yang dibuat dari bambu hingga peralatan lainnya.

"Kami juga tampilkan diorama atau layar video yang memutar dokumenter yang lebih atraktif. Sehingga menjadi daya tarik utama yang membuat orang tidak bosan. Ini yang membuat kelebihan pameran tahun lalu dengan saat ini yang kita gunakan teknologi digital," terangnya.

Pihaknya juga menghadirkan isi ultimatum yang dilakukan oleh Inggris melalui selebaran dari udara untuk masyarakat Surabaya 9 November 1945.

"Ya, ada selebaran ultimatum yang dilakukan oleh Inggris dari pesawat tempur untuk masyarakat Surabaya juga," imbuhnya.

Surabaya Heroes Virtue (2) in The Light of Our Heroes ini dihadirkan mulai 1-10 November dengan didukung oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudpar) kota Surabaya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Ismi Affandi mengaku tertarik mengunjungi pameran arsip sejarah pertempuran 10 November ini karena ingin mengetahui sekaligus mengingatkan memori tentang peristiwa 10 November di Surabaya.

"Selama ini kan kami tahunya dari literasi buku saja. Tapi di sini saya melihat lebih detail tentang perjuangan yang dilakukan oleh banyak orang. Dengan pembagian tugas masing-masing, ya seperti ada yang bagian masak untuk pejuang, ada yang bagian kesehatan juga," ungkap Ismi.

Mahasiswi semester empat ini juga mempunyai semangat yang lebih setelah melihat tayangan video yang diputar.

"Ya seakan kembali pada ingatan peristiwa perang jadi makin semangat bagi kami anak muda untuk berjuang di era modern ini," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #Surabaya Heroes Virtue #Perang 10 November #Alun-alun Surabaya #kota pahlawan