RADAR SURABAYA - Kompetisi cosplay digelar di Mal Ciputra World Surabaya (CWS).
Beragam karakter tokoh anime, game, fashion hingga musik dengan dandanan yang unik dan nyentrik pun terlihat di Linear Atrium Ciwo Surabaya, Minggu (27/10).
Acara yang bernama Isekai ini mengangkat tema Yami no Genso.
Acara ini akan menghadirkan sejumlah cosplayer ternama sebagai guest star antara lain Agnes Olivia, Airine Panpan, Cella Lim, Kuma Armor, Miho Kakkoi, Ochi, Shoko, Unu, dan Xhinji.
Menurut ketua komunitas Cosplay Surabaya, Machi, saat ini cosplayer di Surabaya digemari bahkan dari tahun ke tahun meningkat peminatnya.
Oleh karena itu, perlu wadah untuk anak muda yang gemar berkostum ala anime, game, komik hingga film Jepang.
"Eksistensi cosplayer di Surabaya banyak. Hampir setiap Minggu di Surabaya selalu ada acara. Jadi mereka perlu wadah untuk panggung seni cosplay maupun kompetisi," ujar Machi.
Machi juga menjelaskan, acara yang diadakan sejak Jumat (25/10) hingga Minggu (27/10) ini ada berbagai macam kegiatan, mulai dari workshop dan cosplay.
Diadakan berbagai kompetisi menarik seperti boomerang fu challenges, crash team racing, henshinn competition, dan Just dance challenges.
Bagi penggemar anime, akan diadakan meet & greet bersama Shoko, Cella Lim, dan Airine.
"Nah untuk hari ini (Minggu, Red) coswalk kid competition dan cosplay competition. Mereka akan berlomba untuk berjalan di atas cat walk dengan menggunakan berbagai kostum, serta kompetisi cosplay sendiri," terangnya.
Dia juga menyebut saat ini banyak anime yang terbaru sehingga gaya mereka banyak ditiru.
Anime terbaru seperti Dandandan kemudian ada juga Kimatsunoyaiba.
"Kemudian ada juga dance dan game seperti Gansin Inpact dan Raiden," ujar pria yang juga Event Organizer (EO) acara Isekai tersebut.
Selain itu, penggemar cosplay antara game dan anime lebih banyak anime dengan perbandingan 60:40. Untuk penggemarnya dari usia 18-25 tahun.
"Yang paling banyak digandrungi ya anime untuk cosplay," ungkapnya.
Sedangkan untuk yang paling meminati cosplay sejauh ini adalah perempuan.
Menurutnya, perempuan mempunyai basic berdandan daripada pria.
"Meskipun dandannya nggak mirip tapi masih fashionable, secara look masih bagus," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista PurnamasariSumber : radar surabaya