Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tingkat Stres dan Depresi di Kalangan Gen Z Meningkat, Ratusan Mahasiswa Psikologi Unesa Surabaya Ikuti Terapi Butterfly Hug

Rahmat Sudrajat • Minggu, 27 Oktober 2024 | 16:46 WIB
CEGAH DEPRESI: Mahasiswa Psikologi Unesa Surabaya mendapatkan pembekalan terapi butterfly hug.
CEGAH DEPRESI: Mahasiswa Psikologi Unesa Surabaya mendapatkan pembekalan terapi butterfly hug.

RADAR SURABAYA - Ratusan mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjalani terapi butterfly hug.

Terapi memeluk diri sendiri ini untuk memperbaiki kesehatan mental terutama bagi generasi muda. Bahkan tak sedikit dari mereka ada yang meneteskan air mata.

Salah satu mahasiswa Wisnu Putra Airlangga mengungkapkan perasaan setelah melakukan terapi butterfly hug bisa membantunya lebih menghargai diri sendiri dan memahami batasan yang ada.

"Saya sempat sedih karena terlalu keras mengejar target hidup tanpa mempertimbangkan kemampuan. Kegiatan afirmasi tadi benar-benar membantu saya untuk lebih respek pada diri sendiri, dan belajar menerima kelemahan sekaligus potensi yang saya miliki," ujar Wisnu, Sabtu (26/10).

Dekan Fakultas Psikologi (FPsi) Unesa, Diana Rahmasari menjelaskan, terapi butterfly hug ini merupakan bagian dari komitmen dan bentuk perhatian lembaga terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama mahasiswa. 

Diana juga menyebut permasalahan kesehatan mental saat ini menjadi tantangan besar bagi generasi muda. 

Sehingga menjadi perhatian bersama, karena tingkat stres dan depresi meningkat dalam tiga tahun terakhir.

"Mahasiswa tidak hanya dihadapkan pada tuntutan akademik, tetapi juga masalah keluarga, hubungan personal, dan berbagai stressor lain yang berpotensi mengancam kesehatan mental mereka," tutur Diana 

Dari data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas), Diana menyebut, jumlah bunuh diri di Indonesia bertambah dari 618 kasus pada 2020 menjadi 1.350 kasus pada 2023.

Hingga pertengahan Agustus 2024, angka tersebut bahkan mencapai 8.049 kasus, yang berarti rata-rata tiga orang bunuh diri setiap harinya. 

"Tekanan hidup dan perubahan sosial yang cepat turut menyumbang tingginya stres di kalangan mahasiswa," jelasnya.

Terapi butterfly hug ini diikuti 600 mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 yang digelar serentak di Gedung Fakultas Psikologi, Unesa Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya.

Bahkan, terapi masal bertajuk Edukasi Terapi Self Butterfly Hug dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Lebih lanjut Diana menekankan, menjaga kesejahteraan mental bukan sekadar mengatasi masalah, tetapi mencakup upaya menjaga keseimbangan emosi dan menemukan kebahagiaan dalam diri, sehingga atas dasar inilah terapi butterfly hug sangat diperlukan.

"Kita berharap melalui kegiatan ini kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dapat meluas ke keluarga, teman, dan masyarakat, sehingga dapat membangun generasi yang sehat mental demi mencapai usia emas Indonesia pada 2045,” harapnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Madlazim menyampaikan pentingnya perhatian pada kesehatan mental sebagai bagian dari kesejahteraan hidup dan pencapaian prestasi civitas academica. 

"Selama ini, kita sering mengutamakan kesehatan jasmani, sementara kesehatan mental kerap terabaikan. Mari kita mulai menyadarkan diri bahwa kesehatan mental itu sangat penting untuk menjamin kualitas hidup dan akademik," imbau Madlazim.

Senior Customer Relations Manager MURI, Andre Purwandono menyampaikan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental dan melakukan terapi sederhana seperti butterfly hug sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental. 

Andre mengungkapkan bahwa saat mencoba terapi ini, ia merasakan energi dan kekuatan yang seolah membantu meredakan beban pikiran dan stres yang sering kali tidak disadari, tetapi berdampak positif pada kesehatan mental.

“Kita semua di dunia ini tidak hidup sendiri. Kita memiliki teman, kerabat, dan keluarga yang peduli. Teruslah berbagi apa yang dirasakan, jangan memendam perasaan, karena itu berarti kita tidak sayang pada diri sendiri,” ujar Andre.

Pemecahan rekor MURI ini bersamaan dengan peresmian Landmark Fakultas Psikologi dan Quality Center of Life yang menjadi pusat konsultasi kesehatan mental, sebagai langkah konkrit dalam meningkatkan kesehatan atau kesejahteraan mental civitas Unesa. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#terapi #surabaya #mahasiswa psikologi #butterfly hug #UNESA #kesehatan mental