RADAR SURABAYA - Motor elektrik modular berhasil dirancang oleh Jonathan Philbert.
Motor yang diberi nama Saka dirancang dengan menggunakan tiga komponen utama yakni modular frame, quick release attachment clape, dan modular storage system.
Menurut Jonathan, ide awal terciptanya Saka berasal dari keresahan salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Apalagi, UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman, mengalami kesulitan dalam memilih moda transportasi.
“Kesulitan ini disebabkan karena tidak adanya moda transportasi yang 100 persen cocok untuk proses bisnis,” katanya, Selasa (22/10).
Sebagai kendaraan roda dua bertenaga listrik, Saka juga mampu menempuh jarak 130 kilometer dengan kecepatan maksimal 95 kilometer per jam.
Dia juga menyebutkan bahwa Saka sudah didesain dengan menimbang fitur keselamatan dan kenyamanan seperti ergonomi, kekuatan rangka, kemudahan akses pengguna, dan daya tahan baterai.
Kendaraan roda dua dengan fungsi penyimpanan yang ukurannya dapat diganti-ganti.
Jonathan membuat fungsi modular yang ada pada motor dapat dirasakan dari rangka sampai ke bagian penyimpanan.
Sehingga menjadikan Saka sebagai motor berpredikat fleksibel.
"Apalagi dengan adanya ketiga komponen tersebut, Saka dapat mencakup semua aktivitas bisnis yang dilakukan oleh pelaku UMKM dalam hal transportasi," terang lulusan Desain Produk Industri (Despro) ITS Surabaya.
"Hasilnya, Saka dapat mengangkut barang hingga kapasitas 80 kilogram dengan bentuk yang bervariasi dan mampu meliuk-liuk melewati lorong sempit tanpa kesulitan sedikitpun," imbuhnya.
Saka sendiri memiliki arti kokoh dalam bahasa Jawa yang merupakan bentuk penegasan akan unggulnya kualitas motor modular.
Sehingga memerlukan moda transportasi yang memungkinkannya untuk membawa barang dengan bobot berat dan bentuk bervariasi.
Selain dua kriteria tersebut, moda transportasi yang diharapkan oleh pelaku usaha juga harus bisa melewati jalan-jalan sempit seperti pasar dan lorong.
"Tentu untuk memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dan menyokong perkembangan moda transportasi nasional juga," ujarnya.
Dia berharap Saka tidak hanya menjadi modular electric motor yang membantu UMKM, tapi juga dapat menjadi solusi bagi semua aktivitas masyarakat.
"Selain itu, dengan berhasilnya Saka sebagai solusi bagi UMKM, juga berharap motor elektrik ciptaannya dapat diproduksi secara berkelanjutan," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari