Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hadirkan Busana Batik Ecoprint, Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Berkreativitas sekaligus Jaga Lingkungan

Rahmat Sudrajat • Selasa, 15 Oktober 2024 | 02:46 WIB
RAMAH LINGKUNGAN: Marcha Sharapova Rusli (kiri) bersama anak berkebutuhan khusus mengenakan busana batik ecoprint buatannya di kawasan Jemursari, Surabaya, Senin (14/10).
RAMAH LINGKUNGAN: Marcha Sharapova Rusli (kiri) bersama anak berkebutuhan khusus mengenakan busana batik ecoprint buatannya di kawasan Jemursari, Surabaya, Senin (14/10).

RADAR SURABAYA – Batik ecoprint  kini memang sedang naik daun. Sifatnya yang ramah lingkungan menjadi solusi kreatif dan berdampak terhadap tantangan lingkungan.

Itulah yang coba dihadirkan desainer Marcha Sharapova Rusli. Dengan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), dirinya membuat busana batik ecoprint berwarna coklat ini tampak begitu indah ketika dikenakan.

Tujuannya melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus secara langsung mengajak generasi muda untuk berkreativitas. Selain itu juga belajar mengelola lingkungan yang bersih.

"Tujuannya menunjukkan kepada mereka bahwa keberlanjutan dapat kreatif dan berdampak. Namun, pembuatan busana ini benar-benar berkembang ketika saya memperluasnya untuk mencakup anak-anak berkebutuhan," ujar Marcha, Senin (14/10).

Marcha menjelaskan, batik ecoprint merupakan sebuah kerajinan yang dipilih tidak hanya karena makna budayanya, tetapi juga karena ramah lingkungan dan mudah diakses.

Ecoprint batik lebih mudah dipahami dan dipraktikkan oleh anak-anak, memungkinkan mereka untuk terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat bagi lingkungan meskipun memiliki keterbatasan. 

"Kerajinan ini memberdayakan mereka, memberi mereka cara untuk berkontribusi secara positif sambil menghormati kemampuan mereka. Apa yang dimulai sebagai workshop sementara menjadi kegiatan permanen berkat antusiasme para siswa dan dukungan dari sekolah anak berkebutuhan khusus," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk membuat ecoprint ini bersama anak berkebutuhan khusus pertama harus menata daun kemudian, daun tersebut diplastik dan digulung, kemudian dikukus.

"Setelah dua jam dikukus kemudian mereka mencelupkan busana tersebut pada pewarnaan," terangnya.

Setelah itu busana tersebut dijemur sampai kering. Marcha menggunakan kain katun primis.

Sedangkan untuk daun yang digunakan bisa menggunakan daun mangga atau nangka. Bisa juga daun jati merah. 

"Beberapa daun yang kaku seperti mangga atau nangka bisa digunakan. kemudian daun jati. Kemudian sebelum kain dicelup ke air tawar dikeringkan dulu tapi tidak boleh terkena sinar matahari. Agar warna daun cepat keluar. Setelah itu baru dikeringkan kurang lebih minimal dua jam," ujar Marcha.

Dia berharap dengan mengajak anak berkebutuhan khusus selain sebagai proses menciptakan karya seni juga mengatasi masalah lingkungan dengan berpikir di luar kebiasaan.

"Kami mengajarkan komunitas terutama yang memiliki sumber daya terbatas, bagaimana memanfaatkan kembali bahan limbah untuk menciptakan sesuatu yang indah dan bermakna. Selain sekadar inisiatif seni," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#ecoprint #generasi muda #Batik #ramah lingkungan #anak berkebutuhan khusus