Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Desainer Embran Nawawi Hadirkan Keragaman Batik Jawa Timur dalam Lao Fashion Week

Rahmat Sudrajat • Rabu, 9 Oktober 2024 | 02:00 WIB
BUDAYAWAN BATIK: Embran Nawawi sudah sembilan tahun berpartisipasi di Lao Fashion Week dengan konsisten mengangkat wastra Jawa Timur.
BUDAYAWAN BATIK: Embran Nawawi sudah sembilan tahun berpartisipasi di Lao Fashion Week dengan konsisten mengangkat wastra Jawa Timur.

RADAR SURABAYA - Hari Batik Nasional menjadi sangat spesial bagi desainer Embran Nawawi.

Diapun berkesempatan memamerkan karya busananya yang mengangkat tema besar The Journey ini dalam ajang Lao Fashion Week (LFW) di Laos, Asia Tenggara. 

Dalam ajang tahunan ini, Embran membawa beberapa jenis batik. Koleksi pertama yakni fashion leasure dengan judul By The Sea, batik yang dibuat khusus oleh Embran dengan motif sea shell berwana biru putih dengan efek air laut yang berbuih.

Menurut Embran, fashion untuk pria saat berlibur ini dibentuk dengan berbagai macam kemeja dan celana yang terlihat sangat modern.

Kemudian pada koleksi kedua dia juga menampilkan fashion street dengan judul Popmekasn, dengan menggunakan batik bermotif kontemporer dan warna monokrom dari Pamekasan.

"Gaya street fashion modern makin menonjol dengan paduan warna cyber lime. Gaya busana tunik dan kimono untuk wanita yang suka hangout di kafe dan mal terlihat chic dan modern," kata Embran, Selasa (8/10).

Lebih lanjut Embran menjelaskan, koleksi ketiga yang merupakan representasi dari tema acara Lao Fashion Week yakni Zero Waste.

Dia juga mengeluarkan koleksi avant-garde dengan judul Tutur Wikara berupa paduan batik dan temun dari Kabupten Kediri.

"Bentuk kimono dan mini dress yang dibuat dengan konsep puff fashion atau fashion bergelembung menjadi ikon fashion batik," imbuhnya.

Kemudian ditutup dengan koleksi Chandrakirana dengan menampilkan fashion gala atau evening wear.

Embran menggunakan batik Junjung Drajat Tulungagung. Gaya dress modern dengan paduan batik dan velvet ditambah linen organza terlihat super elegant di 50 meter runway LFW. 

Dia mengaku dalam Lao Fashion Week kali ini berkolaborasi dengan desainer aksesoris dari Philipina Ann Lorio yang menyiapkan semua aksesoris untuk semua koleksi yang ditampilkan.

"Kolaborasi ini akan berlanjut pada tahun berikutnya untuk aksesoris berbahan batik," terangnya.

Sebelumnya, di hari pertama 1 Oktober, LFW dibuka di kediaman Duta Besar Prancis di Laos yang dihari semua diplomat, sosialita, artis, dan fashion people di laos.

Acara taman yang dibuat untuk memperkenalkan para desainer dan karya fashion yang akan ditampilkan. 

Dalam perhelatan ini masing-masing desainer menapilkan satu koleksinya sebagai gambaran koleksi.

"Dari hasil diskusi dengan panitia saya mendapatkan dua model untuk memperagakan fashion batik saya berpasangan, yang menjadi menarik akhirnya semua menyadari kehadiran batik Indonesia karena hanya saya yang menampilkan bahan tradisional dalam karya fashion-nya," ungkap Embran.

Apresiasi langsung didapatkan dari Duta Besar Singapura, Malaysia, Amerika, Jepang, Prancis, dan tentu Indonesia, Grata Wardaningtyas.

Selama ini Embran sudah sembilan tahun berpartisipasi di LFW sebagai desainer undangan yang konsisten dengan wastra Jawa Timur. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Lao Fashion Week #embran nawawi #wastra nusantara #batik jawa timur #batik kediri #Asia Tenggara