RADAR SURABAYA - Banyak cara bagi seorang perupa untuk mengekspresikan karyanya melalui kehidupan dan kebersamaan.
Seperti yang dipamerkan oleh beberapa pelukis yang mengangkat tema Living in Harmony di Galeri Prabangkara Taman Budaya Jawa Timur, Minggu (6/10).
Ada 36 karya dari para perupa dari Surabaya, Sidoarjo hingga Gresik yang berkolaborasi dalam satu kebersamaan.
Menurut ketua pelaksana pameran, Yunus Jubair, selama ini perupa sering kali dianggap mempunyai ego yang lebih besar.
Namun kenyataannya ego tersebut hanya ditunjukkan dalam suatu karya tidak dalam pergaulan eksternal.
"Selama ini ada kesan ego yang terbawa pelukis pada pergaulan eksternal," ujar Yunus.
Oleh karena itu dirinya ingin merubah stigma tersebut kedalam suatu pameran lukisan. Karena proses kreativitas dilahirkan dalam hati sanubari.
"Kami ingin memberi sesuatu tuntutanan bahwa yang dibawa dalam berkesenian bukan ego bahkan dalam pergaulan lain bisa menciptakan suatu ide dalam melukis Ego bisa dari luar bukan dari dalam. Yang jelas kalau manusia baik karyanya pasti baik, itu sudah otomatis," tegas Yunus.
Dalam lukisan ini dia memilih beberapa pelukis yang memiliki karya yang unik seperti melukis angin yang merupakan karya dari Wahyu Rahino.
Menurut Wahyu, lukisan angin ini sebagian bentuk ucapan terima kasih kepada sang pencipta yang selama ini angin sulit untuk digambarkan dalam suatu karya lukisan.
"Saya mencoba menerobos ke arah ini yang semua lukisannya ada gambar angin," ujar Wahyu.
Selain itu angin sebagai ilustrasi kenikmatan udara di Indonesia. Wahyu menyebut ada tantangan tersendiri dalam melukis angin.
"Tantangannya selama ini melihat sulitnya melihat gerakan angin, mengekspresikan angin kencang. Nah, itu yang kita munculkan," ungkap Wahyu.
Selain itu, dalam pemeran lukisan ini ada karya milik Buggy Budianto yang merupakan perupa andalan butterfly di dunia.
Buggy sendiri konsisten melukis kupu-kupu selama 25 tahun.
"Kupu-kupu ini kan secara filosofis merupakan keindahan dalam kehidupan yang rukun. Saya juga eksplorasi kupu-kupu dengan berbagai lukisan lainnya," ujar Buggy. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari