Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Melukis Gerabah, Kenalkan Seni sekaligus Alat Rumah Tangga Tradisional

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 13:10 WIB
KREATIVITAS: Arman melukis serta menghias gerabah dengan menggunakan cat air dalam melukis acara gerabah massal yang digelar di Alun-Alun Kota Surabaya, Jumat (4/10).
KREATIVITAS: Arman melukis serta menghias gerabah dengan menggunakan cat air dalam melukis acara gerabah massal yang digelar di Alun-Alun Kota Surabaya, Jumat (4/10).

RADAR SURABAYA - Ada saja cara untuk berkreasi, menuangkan gairah seninya dalam melukis.

Seperti yang dilakukan oleh beberapa orang yang melukis pada gerabah.

Beberapa gerabah seperti kendi maupun cobek dilukis berbagai macam gambar.

Melukis gerabah secara massal ini dilakukan di selasar Galeri Merah Putih Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Jumat (4/10). Acara ini diikuti berbagai kalangan mulai dewasa sampai anak-anak. 

Menurut koordinator melukis gerabah, Karla Wintari, gerabah yang terbuat dari tanah liat ini membuat filosofi yang bisa menyatukan semua orang dan bisa menikmati berbagai macam.

Seperti cobek yang biasa digunakan untuk mengulek. Kemudian kendi yang bisa menjadi tempat minum.

"Gerabah memang setiap hari kita jumpai di rumah. Dengan gerabah bisa mewakili keseluruhan masyarakat untuk bisa bersatu dengan mempunyai tujuan yang sama," ujar Karla.

Material dalam gerabah ini dilambangkan perbedaan yang bisa disatukan dalam harmoni. Tanah liat jika dikumpulkan dan bisa dibentuk bisa menjadi kesatuan.

"Kami juga mengajak siapapun untuk berkreasi maupun berkesenian melalui gerabah ini untuk menjadi satu kesatuan dalam harmoni," terangnya.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat untuk berani menuangkan idenya dalam melukis. Terutama bagi anak-anak agar mulai dini bisa berkreasi.

"Lebih memberikan wadah berkreasi untuk pengunjung, terutama anak-anak yang mulai harus diajarkan keberanian dalam berkesenian," tuturnya. Bahkan dia telah menyiapkan gerabah beserta dengan catnya. "Kalau ada pengunjung yang tertarik monggo," ujar Karla. 

Karla juga melukis menu yang bisa dibuat untuk makan yakni penyetan. Di dalam cobek, Karla melukis tempe, sambal, telur ceplok yang bisa dinikmati. 

Dalam lukisan ini dia juga mengenalkan gerabah , karena zaman yang sudah modern gerabah juga sudah mulai langka dimiliki. Karena sebagian orang sudah meninggalkan alat tradisional ini.

"Sekalian kami juga mengenalkan kembali gerabah yang saat ini sudah jarang untuk dilihat bahkan digunakan," ungkap perempuan asli Surabaya ini.

Sementara itu, salah satu peserta Audi Winata mengaku tertarik mencoba dengan media gerabah karena selam ini melukis sering kali dilakukan di kanvas maupun di kertas.

"Ya tertarik coba saja. Dan ternyata bisa melukis di cobek dan kendi. Hasilnya juga bagus," ujar Audi. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kesenian #melukis gerabah #surabaya #alat rumah tangga #Galeri Merah Putih