RADAR SURABAYA - Olahraga panjat tebing kini banyak diminati oleh anak-anak.
Bahkan olahraga yang memacu adrenalin ini digelar di dalam mal, seperti di Atrium Royal Plaza Surabaya.
Ratusan anak mulai usia 8-11 tahun mengikuti kejuaraan panjat tebing kategori speed atau kecepatan.
Kejuaraan panjat tebing bagi anak-anak ini untuk menjaring bibit atlet panjat tebing di usia muda.
Nantinya mereka akan diikutsertakan pada kejuaraan antar kota hingga provinsi atau kejurprov.
Menurut penanggung jawab lomba, Totok Eko Prasetyo, olahraga panjat tebing kini banyak digandrungi oleh anak-anak di Surabaya, Jawa Timur.
Sebanyak 250 anak dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kejuaraan panjat tebing di Royal Plaza Surabaya.
"Jadi panjat tebing di dalam mal ini kita buat untuk penjaringan anak-anak usia dini yaitu mulai dari usia yang paling muda jadi untuk menyiapkan bibit-bibit di panjat tebing," kata Totok, Senin (23/9).
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam kejuaraan ini dibagi dalam beberapa kelas usia. Mulai dari usia 8-11 tahun.
Serta kategori pria dan perempuan untuk jenis perlombaan yakni memperlombakan jenis speed.
Para peserta akan beradu cepat untuk meraih tombol di garis finish pada papan setinggi 8 meter.
"Nantinya para juara dalam perlombaan ini akan mengikuti perlombaan untuk event yang lebih tinggi seperti kejuaraan antara kota di Jatim hingga kejuaraan yang lebih tinggi yakni Kejurprov hingga tingkat nasional," terangnya.
Totok mengaku perlombaan kali ini tampak beda, diadakan di dalam mal agar membuat tertarik anak-anak dalam mencintai olahraga panjat tebing ini.
"Selain itu kami juga mengenalkan olahraga panjat tebing ini kepada masyarakat, terutama anak-anak agar bisa tertarik untuk mengikuti olahraga panjat tebing. Tentu ini hal yang baru juga olahraga di dalam mall," tuturnya.
Sementara itu, meski beberapa diantaranya sempat mengalami kesulitan dalam memanjat wall climbing, bahkan ada yang berulang kali terpeleset, namun anak-anak tetap antusias mengikuti perlombaan ini dengan semangat.
Beberapa peserta mengaku ingin menjadi atlet panjat tebing hingga bisa bertanding di level internasional.
Seperti peserta dari Ponorogo, Alpino Tristan yang mengaku sempat terpleset dan lawannya berat dalam perlombaan panjat tebing kali ini.
"Ya senang karena ingin jadi atlet panjat tebing. Tapi tadi sempat susah karena lawannya juga sulit," ujar Alpino.
Selain itu, peserta dari kategori perempuan, Kaila Naura mengatakan, tantangan dalam perlombaan di dalam mal ini wall-nya licin ada banner-nya juga jadi sempat terhalangi namun dia tetap bisa mengatasi.
"Sulitnya tadi di wall-nya licin karena ada tulisan banner," ujar peserta asal Surabaya ini.
Meski demikian dia mengaku mengikuti perlombaan ini untuk menambah pengalaman.
"Pingin nambah jam terbang dan pengalaman. Karena pingin juga jadi atlet panjat tebing sampai ikut olimpiade," tuturnya.
Perlombaan yang diadakan ini bekerja sama dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surabaya.
Animo penonton pun juga luar biasa dalam menyaksikan adu ketangkasan dalam menaiki ketinggian dengan kecepatan di atas sebuah papan. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari