Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Popok Bayi Berbahan Pelepah Pisang, Ada Kandungan Anti Bakteri Alami dan Ramah Lingkungan

Rahmat Sudrajat • Jumat, 20 September 2024 | 02:15 WIB
MUDAH TERURAI: Jeselyn Angelia, Nathasia Jasmine Benhady, dan Evelyn Darsono menunjukkan popok dari pelepah pisang dan daun sirih buatan mereka.
MUDAH TERURAI: Jeselyn Angelia, Nathasia Jasmine Benhady, dan Evelyn Darsono menunjukkan popok dari pelepah pisang dan daun sirih buatan mereka.

RADAR SURABAYA - Pelepah pisang sering kali dibiarkan begitu saja, namun di tangan Evelyn Darsono, Nathasia Jasmine Benhady, dan Jeselyn Angelia Soeryawinata, pelepah pisang bisa dibuat popok bayi.

Dengan tambahan bahan daun sirih, popok pelepah pisang ini bisa dengan mudah terurai di lingkungan.

Menurut Evelyn Darsono, popok tersebut mengandung bahan antibakteri yang dapat mencegah ruam pada kulit bayi.

Popok tersebut diberi nama Nawasena, dilatarbelakangi fenomena penggunaan Super Absorbent Polymer (SAP) pada popok yang dijual di pasaran yang sangat sulit terurai.

 “Inovasi yang kami buat menggunakan bahan penyerap yang bersifat bioabsorbent yakni dari pelepah pisang. Sehingga mudah terurai dan lebih alami. Selain itu, ditambahkan ekstrak daun sirih untuk menghambat bakteri,” jelas Evelyn, Kamis (19/8).

Untuk membuat popok dari pelepah pisang dia harus memilah terlebih dahulu, dibersihkan, lalu dikeringkan dan kemudian di oven.

Pelepah yang sudah kering, didelignifikasi atau proses penghilangan lignin untuk memperoleh struktur selulosa. 

Setelah itu dibuat menjadi pulp atau bubur kertas, kemudian dicetak menjadi lembaran penyerap (absorbent). 

“Untuk ekstrak daun sirih, pertama daun sirih diblender menjadi bubuk. Bubuk tersebut dikentalkan untuk kemudian diambil ekstraknya,”  terang mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) ini.

Proses pembuatan popok bayi Nawasena membutuhkan waktu sekitar dua hari di luar pengujian produk.

Dalam pembuatannya didampingi oleh Dosen Fakultas Teknobiologi Ubaya, Yulanda Antonius dan Sulistyo Emantoko Dwi Putra. 

Walaupun masih prototipe, namun inovasi ini telah melalui uji laboratorium berdasarkan parameter kebocoran eksternal, pH, visual, kelunturan, dan kapasitas penyerapan.

Hasilnya menunjukkan bahwa prototipe popok Nawasena secara visual tidak memiliki cacat, robek, maupun noda. 

"Popok Nawasena juga tidak mengalami kelunturan warna dan memiliki pH berkisar 6,87 yang berada dekat dengan rentang kulit bayi, yaitu 6,34-7,5," ujarnya.

Selain itu, popok ini memiliki kemampuan penyerapan delapan kali berat awal produk yang melampaui Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu tiga kali berat awal.

"Dari segi kebocoran eksternal, diketahui bahwa popok Nawasena mampu menahan kebocoran menyaingi popok yang ada di pasaran," ungkapnya.

Sementara itu, Jeselyn Anggelia menambahkan ada pengujian daya hambat bakteri pada ekstrak daun sirih.

"Ada juga pengujian daya hambat bakteri pada ekstrak daun sirih yang digunakan serta pengujian kemampuan pertumbuhan bakteri. Inovasi ini masih berupa prototipe, sehingga perlu pengembangan lebih lanjut untuk dijual ke pasaran,” ujar Jeselyn. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pelepah pisang #ramah lingkungan #popok bayi #daun sirih #ubaya