RADAR SURABAYA - Hunian hijau saat ini memang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang asri tanpa polusi.
Hal inilah yang memotivasi Alexander Anderson Meidianto untuk membuat desain arsitektur apartemen hijau.
Konsep tersebut dirancang agar memanfaatkan energi yang lebih sedikit.
Hasil rancangannya merupakan sebuah proyek bangunan residential-led mixed-use yang menerapkan fitur-fitur desain hijau pada seluruh bangunan apartemen.
Suhu panas menjadi salah satu problem besar di Surabaya. Alhasil, penggunaan air conditioner terus berjalan dan menyerap listrik yang tidak sedikit.
Alexander menyebut fitur-fitur desain hijau yang ia gunakan itu dapat menjawab permasalahan urban di Kota Surabaya, yakni urban heat island.
Dia memastikan, desainnya mampu menciptakan lingkungan hidup yang nyaman, menurunkan suhu bangunan, dan mengurangi penggunaan air conditioner serta listrik.
"Konsep bangunan hijau harus mengakomodasi kondisi asli alam. Apakah panas, kering, atau dingin," ujar Alexander, Selasa (10/9).
Bangunan tinggi ini berfokus pada pengintegrasian elemen-elemen alam ke dalam bangunan dengan menggunakan pendekatan nature based placemaking, agar memberi laluan cahaya dan udara secara alami.
Untuk desain yang dibawakan, Alex menciptakan bangunan apartemen dengan ruang kosong di tengahnya. Ruang tersebut bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik.
“Jadi seperti rumah tapak. Yaitu, memiliki sisi terbuka di depan dan belakang. Hal ini membantu pertukaran udara yang lebih sehat dan mendorong interaksi yang lebih sehat di antara penghuni," terangnya.
Mahasiswa Petra Christian University (PCU) ini mengaku tertarik terhadap dampak yang dapat diberikan arsitektur kepada suatu kota.
Dia mewujudkan karya desain ini menjadi sebuah maket berukuran A2, 42 cm x 59,4 cm.
Sementara itu, Rektor PCU Prof Djwantoro Hardjito mengatakan, kampus terus mendorong kepedulian mahasiswa pada isu lingkungan.
“Bukan hanya lingkungan, tapi isu dan masalah apapun di masyarakat menjadi perhatian di kampus,” kata Prof Djawantoro.
Mahasiswa nantinya bakal berperan di tengah masyarakat. Sehingga mereka harus siap berkontribusi nantinya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari