Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pakai Alat Tanam Jagung 3in1, Lahan 1 Hektare Cuma Butuh 4 Hari

Nurista Purnamasari • Jumat, 30 Agustus 2024 | 18:42 WIB
Rifqi Robbani Amin, mahasiswa Teknik Perkapalan menunjukkan cara kerja alat penanam jagung otomatis buatannya bersama kelompok KKN-nya, Kamis (29/8).
Rifqi Robbani Amin, mahasiswa Teknik Perkapalan menunjukkan cara kerja alat penanam jagung otomatis buatannya bersama kelompok KKN-nya, Kamis (29/8).

RADAR SURABAYA - Berawal dari keluh kesah petani jagung yang kekurangan sumber daya manusia dalam menanam jagung, membuat mahasiswa Teknik Perkapalan ini melakukan inovasi alat menanam jagung 3in1.

Alatnya seperti traktor yang didalamnya bisa menyimpan biji jagung hingga 6-7 kilogram untuk ditanam ke dalam tanah.

Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan penyiraman serta pemupukan.

Sehingga bisa mempermudah petani jagung dalam menanam dengan waktu yang singkat dibandingkan menggunakan bantuan manusia. Alat tersebut bernama ATJ 3in1.

"Cara kerjanya dengan cara didorong seperti traktor, nah untuk alat ini untuk membuat lubangan dan menaruh biji dan menyiram," kata ketua tim inovasi ATJ 3in1, Rifqi Robbani Amin, Kamis (29/8).

Alat tersebut sudah dicoba untuk menanam jagung dengan luas lahan satu hektare.

Dalam sekali tanam bisa mengeluarkan 2-3 biji dengan jarak 10 centimeter dari lobang tanaman biji jagung lainnya.

Lebih lanjut Rifqi menjelaskan, penanaman jagung yang dilakukan oleh manusia membutuhkan enam orang pada lahan seluas satu hektare dengan waktu kurang lebih 7-14 hari.

"Kalau menggunakan ATJ 3in1, sekali dorong bisa membutuhkan waktu 15-20 menit untuk setiap garis penanaman. Sedangkan secara keseluruhan bisa rampung 3-4 hari," terang mahasiswa Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya ini.

Rifqi juga menyiapkan alat untuk menyiram sekaligus memupuk. Dengan alat daur ulang botol bekas, sedotan dan kayu yang bisa menampung 5 liter air dalam satu garis penanaman.

"Jadi kami buat juga untuk penyiraman dan pemupukan untuk mempermudah petani jagung," ujarnya.

Meski begitu dia mengaku masih perlu melakukan penyempurnaan dalam alat tersebut agar ke depan bisa dilakukan duplikasi dan dibagikan kepada petani yang membutuhkan alat tersebut.

"Sejauh ini baru satu saja alatnya, rencana kalau memang dibutuhkan kami akan lakukan penyempurnaan kembali," ujarnya.

Untuk membuat alat ini dia dan tim yang berjumlah 20 orang dalam waktu 2-3 bulan. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#inovasi