Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pameran Lukisan Yu Yu Ayu, Gambarkan Perjalan Hidup dan Ajak Perempuan Berkarya

Rahmat Sudrajat • Rabu, 28 Agustus 2024 | 01:50 WIB
PENUH MAKNA: Nuniek Silalahi menjelaskan kepada pengunjung mengenai karyanya yang dipamerkan di Galeri DKS kompleks Alun-alun Surabaya, Senin (26/8).
PENUH MAKNA: Nuniek Silalahi menjelaskan kepada pengunjung mengenai karyanya yang dipamerkan di Galeri DKS kompleks Alun-alun Surabaya, Senin (26/8).

RADAR SURABAYA - Dua perempuan yang berbeda generasi dan profesi berkumpul untuk menggelar pameran bersama.

Pameran yang digelar di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Kompleks Balai Pemuda Surabaya menjadi pengalaman yang tak bisa terlupakan. 

Sebanyak 50 lukisan terpajang dengan berbagai macam karya dari dua perempuan hebat yang mempunyai minat yang sama dibidang seni rupa.

Mereka adalah Nuniek Silalahi dan Dyah Katarina yang menggelar pameran berjudul Yu Yu Ayu. 

Menurut Nuniek Silalahi, pameran bersama ini sudah tercetus sejak dua tahun lalu, namun baru bisa terealisasi saat ini karena kesibukan diantara keduanya.

Keduanya juga memiliki bulan ulang tahun yang bersamaan namun beda hari dan tahun, sehingga keduanya ingin merayakan ulang tahun bersama dalam satu pameran lukisan. 

"Kami berdua tidak belajar melukis tapi secara otodidak. Dalam beberapa tahun belakang kemajuan karya lukisan kami bisa dilihat, makanya momentum ulang tahun bersama ingin saya gunakan dalam satu pameran lukisan," terang Nuniek, Selasa (27/8).

Arti tema Yu Yu Ayu dalam lukisan ini sebagai lambang bintang kelahiran keduanya yakni cancer. Sedangkan Yuyu berarti dua mbak yang ayu ayu (cantik-cantik).

"Jadi Yu Yu itu kan kepiting, kalau dalam lambang bintang yaitu cancer. Meskipun beda usia kami cukup jauh, saya usia 68 tahun dan Bu Dyah 47 tahun jadi seanak saya," tuturnya.

Dalam pameran ini, Nuniek memamerkan 15 karya lukisannya yang berukuran besar-besar.

Dia melukis tentang perjalanan hidup menuju ke titik akhir, yang mewarnai kehidupan. Karena di dalam kehidupan ada tujuh warna yang digambarkan melalui pelangi.

"Jadi dalam kehidupan ini ada tujuh warna selain warna hitam putih. Hampir semua lukisan saya ada warna-warna itu. Dengan menggambarkan perjalanan hidup kita dari awal Samapi akhir," ungkap perempuan yang berprofesi sebagai perias ini.

Nuniek mencontohkan seperti lukisannya tentang kupu-kupu yang colour full mempunyai makna tentang kehidupan.

"Kupu-kupu yang awalnya jadi ulat kemudian bermetamorfosis menjadi kepompong baru menjadi kupu-kupu. Artinya dalam kehidupan kita merenungkan dengan mengedepankan rasa," imbuhnya.

Lewat pameran lukisan ini Nuniek berharap dapat memicu sekaligus mengajak pelukis perempuan untuk selalu berkarya.

"Kan banyak teman-teman pelukis perempuan dan mereka bisa melukis, harapannya mereka bisa terus berkarya," harapnya.

Sementara itu, bagi Dyah Katarina yang kebanyakan lukisannya menganut genre impresionis ini menjadi pengalaman pertama dalam memamerkan karya lukisan.

Biasanya Dyah hanya mengikutkan satu hingga dua karyanya dalam sebuah pameran. 

"Ya, ini pameran pertama saya yang banyak melepas karya saya untuk dirilis ke publik. Ini menjadi motivasi saya juga untuk terus berkarya," kata Dyah. 

Politisi perempuan ini pasca purna tugas menjadi anggota dewan di DPRD Surabaya dia lebih banyak waktu untuk berkarya lewat lukisan.

Dibandingkan ketika masih aktif menjadi anggota dewan kesibukannya membuat dia berat dalam menyalurkan hobinya melukis yang sudah digelutinya sejak kecil.

"Pasca jadi anggota dewan banyak cara untuk mengisi kesibukan salah satunya dengan melukis," terang istri Bambang DH ini yang pernah menjadi Wali Kota Surabaya ini.

Dia berharap pameran ini bisa dinikmati oleh warga Surabaya sekaligus menjadi alternatif sajian seni di Balai Pemuda Surabaya.

"Dan ini menjadi motivasi bagi saya untuk menggelar pameran selanjutnya," harapnya.

Selain pemeran lukisan juga ada menggambar on the spot yang dilakukan oleh anak-anak disabilitas.

Dyah juga ingin di sela-sela pameran terdapat efek postur untuk memperluas manfaat kepada anak-anak terutama yang berkebutuhan khusus.

Meski memiliki kekurangan tapi mereka memiliki potensi dalam berkarya.

"Mengajak anak disibilitas karena kepedulian terhadap warna kehidupan di masyarakat. Kami ingin mengajak mereka untuk berkarya. Jadi tadi ada menggambar bersama, kemudian menari dan fotografi. Keterbatasan tidak menjadi kendala berkarya," terangnya.

Acara tersebut dimulai sejak 23 Agustus hingga 27 Agustus. Selain itu juga ada workshop melukis dengan cat air yang digelar di akhir pameran lukisan Yu Yu Ayu ini. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Galeri Dewan Kesenian Surabaya #seniman #Nuniek Silalahi #pameran lukisan #Dyah Katarina