Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Deretan Daya Tarik dan Keistimewaan Jalan Tunjungan Surabaya, Pesona Arsitektur Tua yang Menyatu dengan Keramaian Kota

Jay Wijayanto • Selasa, 20 Agustus 2024 | 20:08 WIB
Jalan Tunjungan yang kini ramai PKL kuliner dan lokasinya yang instagrammable sangat digemari kalangan milenial untuk ngabuburit.
Jalan Tunjungan yang kini ramai PKL kuliner dan lokasinya yang instagrammable sangat digemari kalangan milenial untuk ngabuburit.

RADAR SURABAYA-Jalan Tunjungan berada di pusat kota Surabaya dan telah menjadi sorotan sebagai destinasi wisata yang menarik karena menggabungkan pesona arsitektur klasik dengan keramaian kota modern.

Jalan ikonik ini selalu ramai dipadati oleh masyarakat hampir 24 jam. Biasanya, trotoar di sini juga dipenuhi pejalan kaki yang ingin sekadar bersantai sambil duduk, jalan jalan, ataupun sekadar mengabadikan momen.

Jalan Tunjungan tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga mencerminkan sejarah dan perkembangan Kota Surabaya.

Sejarah Singkat Jalan Tunjungan

Jalan Tunjungan di Surabaya sudah ada sejak awal abad ke-20 dan telah menjadi pusat komersial dan perdagangan di Kota Pahlawan.

Kawasan ini dikenal dengan bangunan-bangunan bersejarahnya yang masih terawat baik.

Pada November 2021, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Jalan Tunjungan sebagai tempat wisata yang memanjakan para pedestrian dengan tajuk ‘Tunjungan Romansa.’

Selain menawarkan suasana kota tua klasik dengan arsitektur kuno, kawasan ini juga dilengkapi dengan spot spot foto menarik, mural, serta berbagai produk barang dan makanan dari UMKM setempat.

Jalan Tunjungan sesungguhnya menyimpan banyak memori bersejarah, termasuk peristiwa perobekan bendera Belanda, Merah Putih Biru, menjadi bendera Merah Putih yang terjadi di Hotel Yamato (eks Hotel Oranje) yang saat ini dikenal dengan Hotel Majapahit dan masih berdiri hingga kini.

Di tahun 1920-an, kawasan ini sudah terkenal sebagai pusat perdagangan di Surabaya. Selain pertokoan yang menjual aneka barang seperti elektronik, alat tulis, mebel dan brankas besi, serta jasa seperti agen perjalanan, kawasan ini juga banyak berdiri kantor-kantor bank dan aneka perdagangan

Kini, Jalan Tunjungan semakin cantik dengan bangunan yang terawat dan digunakan sebagai restoran kekinian dan tentunya Tunjungan Romansa yang membuat kawasan ini tetap hidup dan menarik bagi warga serta wisatawan.

Keistimewaan Tunjungan: Ikon Sejarah dan Bisnis

Jalan Tunjungan di Surabaya merupakan kawasan bersejarah dan bisnis yang kaya dengan nilai budaya.

Berikut adalah poin-poin utama yang membuat Jalan Tunjungan istimewa:

1. Kawasan Bisnis

Sebagai jalan penghubung utama wilayah utara dan timur dengan pusat kota, Jalan Tunjungan menghubungkan area permukiman seperti Sawahan, Ketabang, Darmo, dan Gubeng dengan area perdagangan Jembatan Merah. Sejak masa Hindia Belanda, kawasan ini didesain sebagai pusat bisnis, lengkap dengan kantor, toko, dan hotel.

2. Bangunan Bersejarah

Jalan Tunjungan dipenuhi bangunan bersejarah yang masih terawat sejak zaman kolonial.
Beberapa bangunan penting di antaranya:

● Gedung Siola: Dibangun oleh Robert Laidlaw sebagai pusat grosir terbesar di Hindia Belanda. Kini dikenal sebagai Tunjungan Center.
● Hotel Majapahit: Dahulu Hotel Oranje, Hotel Yamato yang kini berubah menjadi nama Hotel Majapahit, sebagai tempat peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih pada 19 September 1945.
● Monumen Pers Perjuangan: Terletak di belokan Jalan Tunjungan dan Embong Malang, gedung ini menyimpan sejarah Kantor Berita Indonesia Antara.

3. Inspirasi Lagu:

Jalan Tunjungan menginspirasi Alphonsius Is Haryanto untuk menciptakan lagu "Rek Ayo Rek", yang dipopulerkan oleh Mus Mulyadi pada 1970-an.

4. Wisata Gratis:

Wisatawan dapat menikmati wisata gratis dengan menyusuri Jalan Tunjungan.
Kawasan ini wajib dikunjungi karena kekayaan sejarahnya dan keindahan bangunan kolonialnya. Spot foto menarik, mural, serta produk dan makanan dari UMKM setempat menambah keistimewaan jalan ini.

Daya Tarik Jalan Tunjungan

Jalan Tunjungan di Surabaya memiliki berbagai daya tarik yang membuatnya menjadi salah satu destinasi yang paling menarik untuk dikunjungi di kota ini. Berikut adalah poin-poin utama yang membuat Jalan Tunjungan begitu diminati masyarakat:

1. Kawasan Komersial

Jalan Tunjungan adalah pusat aktivitas ekonomi dan sosial dengan berbagai kafe, restoran, dan pusat perbelanjaan. Sejak abad ke-20, jalan ini selalu ramai dikunjungi. Kursi-kursi yang disediakan di trotoar juga memungkinkan pengunjung bersantai dan menikmati suasana sekitar yang dinamis sambil menikmati jajanan.

2. City Light dan Lampu Hias:

Pada malam hari, ornamen lampu yang menghiasi jalan dan gedung tinggi membuat Jalan Tunjungan tampak memukau. Lampu-lampu hias di sepanjang jalan menciptakan suasana romantis dan menyenangkan. Cahaya lampu ini menambah keindahan visual dan menciptakan suasana hangat serta mengundang bagi para pengunjung.

3. Musik dan Suasana

Musik "rek ayo rek" yang diputar saat pengunjung menyebrang jalan menambah keceriaan dan semangat. Selain itu beberapa kali juga sering ada pertunjukan seni yang dibawakan oleh warga lokal. Suasana yang hidup dan interaktif ini menjadikan Jalan Tunjungan bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga tempat bersosialisasi dan bersenang-senang.

4. Arsitektur Klasik

Bangunan klasik yang berdiri megah di sepanjang Jalan Tunjungan mencerminkan sejarah dan budaya Surabaya. Arsitektur ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga sebagai objek wisata menarik bagi fotografer dan pengunjung yang ingin mengabadikan momen di lokasi bersejarah.

Jalan Tunjungan adalah ikon kota Surabaya yang menawarkan kombinasi unik antara sejarah, ekonomi, dan hiburan. Dengan arsitektur megah, suasana meriah, dan fasilitas modern, jalan ini menjadi destinasi menarik bagi semua kalangan.

Aktivitas berburu foto estetik dan instagramable di latar bangunan tua dan keindahan cahaya lampu, serta jalur trotoar yang lebar dan bersih dengan kursi-kursi untuk bersantai, menambah daya tariknya.

Sebagai sentra kuliner, Jalan Tunjungan menawarkan berbagai jenis makanan, dari makanan tradisional Jawa hingga internasional.

Bahkan, di area Jalan Tunjungan sendiri terdapat ‘Pasar Tunjungan’ yang menjual beragam makanan dan camilan.

Jalan Tunjungan tidak hanya mencerminkan warisan budaya Surabaya, tetapi juga kehidupan modern yang dinamis, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin merasakan keindahan dan semangat Kota Pahlawan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk berjalan-jalan di Jalan Tunjungan dan nikmati segala pesonanya! (cha/mag/nug/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#jalan tunjungan #surabaya #destinasi wisata #ikon pariwisata