WONOKROMO - Untuk memeriahkan HUT RI Ke-79, berbagai acara disajikan di Royal Plaza Surabaya.
Ada pertunjukan seni tradisional, kampung dolanan tradisional hingga kuliner jajan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara yang digelar sejak Jumat (9/8) di Atrium Utama Royal Plaza Surabaya bernuansa Indonesia.
Terlihat dari berbagai penampilan yang disuguhkan hingga aneka kuliner berbagai daerah hingga 18 Agustus mendatang.
Spv Promosi Royal Plaza, Retnayu Trisninasari mengatakan, selain ada pesta rakyat yang digelar untuk memperingati HUT RI ke-79 juga ada berbagai lomba.
Bahkan besok rencananya akan digelar lomba menghias tumpeng yang digelar oleh ibu-ibu dari Kecamatan Wonokromo.
"Tujuan acara ini digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79. Kami buat acara yang Indonesia banget," ujar Retnayu.
Tak hanya itu, dia juga menyebut acara ini juga sebagai pengingat di masa anak-anak zaman dahulu, pasalnya ada permainan dolanan anak-anak yang ada di atrium. Dolanan tradisional anak seperti bekel, karambol hingga coklak.
"Ya untuk mengingatkan kita akan masa kecil yang kerap mainan tradisional. Jadi kita bangkitkan lagi permainan anak-anak sebagai nostalgia masa lalu," terangnya.
Sementara itu, di hari yang sama penampilan cerita rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah juga ditampilkan, selain itu ada juga Reog Ponorogo.
"Rencana juga ada keroncong dan karawitan. Ada tari remo. Jadi kita nggak hanya terkenal dengan Korean Fest saja tapi di Royal Plaza ini juga kita buat Indonesia banget," imbuhnya.
Tanggal 16 Agustus Retnayu juga menyebut ada pertunjukan drumband dari Korps Marinir Angkatan Laut.
Nantinya parade tersebut dimulai dari jalanan depan Royal Plaza sampai masuk ke Atrium.
"Puncak 17 Agustus ada gebyar khatulistiwa ada gabungan fashion show Dekranasda juga singer dan perkusi serta gabungan tarian dari Sabang sampai Merauke," tuturnya.
Dia berharap Pesta Rakyat ini bisa dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati pertunjukan seni tradisional, mainan tradisional hingga jajan tradisional dari berbagai daerah seperti nasi krawu, gudeg, semanggi hingga kebuli. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari