TENGGILIS - Ternyata, inovasi dari bahan di sekitar bisa menghasilkan karya yang luar biasa dan berkelanjutan.
Seperti produk pakaian atau kain yang berasal dari batang pohon atau gedebog.
Itu menjadi salah satu yang ditampilkan dalam Gallery Walk Project Showcase dalam rangkaian Market Entry Strategi to Indonesia (MES) 2024, digelar Universitas Surabaya (Ubaya) berkolaborasi dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS University).
Dengan menggunakan pewarna alami, kain serat pisang ini tampak begitu elegan.
Menurut salah satu pembuat kain tersebut Carlo, pohon pisang merupakan pohon multiguna yang sangat mudah diperoleh.
"Proses pengerjaannya dari serat menjadi kain atau pakaian ini tidak sulit. Gedebog hanya diolah sekitar tiga hari saja. Serat dipisahkan dari pelepah. Kemudian dipisahkan antara filamen dan air. Baru kemudian dilakukan tenun," ujar Carlo, Kamis (25/7).
Kemudian kain serat ini dipadukan dengan bahan katun lainnya untuk mempercantik dan lebih halus. "Ketika disentuh kain serat ini memang beda," imbuhnya.
Selain itu, rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam event ini adalah melakukan kunjungan lapangan ke mitra UMKM binaan kemudian mempresentasikan solusi dan ide inovatif berdasarkan data.
“Program ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman unik yang menggabungkan teori dan keterampilan. Harapannya, ide-ide inovatif yang dihasilkan para partisipan dapat meningkatkan kinerja UMKM dan membantu mereka menembus pasar global,” tutur Associate Internationalization Manager serta Project Lead Program MES, Debby Sonita Lubis. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari