RADAR SURABAYA - Dalam suatu hubungan tentu tidak terlepas dari permasalahan baik yang disengaja maupun terjadi dengan sendirinya.
Terlepas dari berbagai masalah yang hadir di tengah suatu hubungan hendaknya terdapat komitmen setiap individu sebagai pasangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Namun, seringkali salah satu atau kedua individu dalam suatu pasangan cenderung mencari pelarian dibandingkan menyelesaikannya.
Bahkan ada pula kebanyakan orang cenderung menilai pribadi pasangannya secara subjektif dibanding melihat dari sudut pandang masalah yang sedang dihadapi.
Hal tersebut tentu tidak akan menjadi solusi yang tepat dalam menjalani hubungan sebagai pasangan.
Pada umumnya, hubungan yang terlalu banyak masalah atau perselisihan akan terasa membosankan, sehingga tidak jarang akan mengabulkan keinginan untuk mencari orang baru pada salah satu individu atau bahkan keduanya.
Namun, di satu kondisi tak jarang salah satu individu tidak ingin mengakhiri hubungan dengan pasangannya, tetapi melakukan interaksi kecil dengan orang lain yang dianggapnya lebih menarik, tanpa sepengetahuan pasangannya.
Kondisi ini dalam psikologi disebut micro cheating atau perselingkuhan kecil.
Sebagian besar orang menyebut bahwa micro cheating merupakan gejala awal sebelum timbulnya perselingkuhan.
Banyak orang mengira tindakan ini termasuk sepele dan dianggap wajar dilakukan dalam berinteraksi dengan sesama teman, tetapi hal ini sebenarnya sudah termasuk dalam tindakan perselingkuhan.
Berikut ini merupakan beberapa perilaku dari pasangan yang menunjukkan adanya dugaan tindakan micro cheating yang umumnya terjadi, antara lain.
1. Berkomunikasi secara Diam-Diam dengan Lawan Jenis
Seseorang yang memiliki indikasi melakukan micro cheating, pada umumnya akan melakukan komunikasi dengan lawan jenis baik teman atau kenalan tanpa tujuan yang jelas tanpa sepengetahuan pasangannya.
Hal tersebut sering dilakukan dengan tujuan pelarian karena merasa bosan dengan pasangannya sendiri.
Bahkan tidak jarang untuk menyembunyikan interaksi ini, seseorang melakukannya di aplikasi yang tidak banyak diketahui banyak orang termasuk pasangannya.
2. Memberikan Hadiah Secara Khusus
Untuk mendekati atau berinteraksi lebih dengan orang lain tentu banyak cara yang dapat dilakukan oleh seseorang, termasuk dengan memberi hadiah.
Karena hadiah tersebut diberikan pada seseorang saat tidak ada perayaan khusus seperti ulang tahun atau lainnya, sehingga menimbulkan kecenderungan seseorang melakukan micro cheating.
3. Mengaku Tidak Memiliki Pasangan
Dalam bersosialisasi, seseorang yang telah memiliki hubungan akan cenderung memberi pembatasan tertentu bagi lawan jenis untuk berinteraksi secara intens.
Namun, seseorang yang memiliki indikasi melakukan micro cheating justru akan sangat terbuka bahkan mengaku bahwa dirinya single.
4. Suka Merayu Orang yang Dianggapnya Menarik
Memberikan afirmasi yang berlebihan dengan maksud merayu untuk menarik perhatian lawan jenis menjadi salah satu ciri seseorang melakukan micro cheating.
Terlepas dari tujuan yang sesungguhnya untuk bercanda atau serius keduanya masuk dalam kategori micro cheating.
5. Sering Menyukai Postingan Lawan Jenis di Social Media
Interaksi di social media yang berlebihan juga perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda perilaku tersebut.
Menyukai postingan lawan jenis yang menarik di social media sering dilakukan oleh sebagian besar orang. Hal tersebut termasuk dalam tindakan micro cheating.(sal/mag/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto