GUBERNUR SURYO – Ada yang menarik dalam pameran lukisan di Gedung Merah Putih Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Minggu (21/7).
Lewat tema Sabur Limbur, dua sejoli pelukis Budi Bi dan Ami Tri ingin menghadirkan karya-karya lukisan yang menggambarkan kehidupan.
Tema Sabur Limbur sendiri mempunyai arti membaur antara gelap dan terang.
Budi Bi dan Ami Tri berkolaborasi menghadirkan visual dengan gaya artistik yang berbeda namun saling melengkapi.
Ada puluhan lukisan yang dipamerkan. Perupa sepasang suami istri itu juga menggambarkan upaya mencari harmoni di tengah kehidupan yang kontras.
"Dalam lukisan ini kami mencoba menyajikan keseimbangan antara imajinasi, realita, sedih dan gembira yang saling mengiringi melalui melebur antara gelap dan terang," ujar Budi Bi.
Ada lukisan berukuran besar 1,5x2 meter yang dibuat dua perupa tersebut.
Berkisah tentang perempuan dengan gaya dekoratif dan seorang kesatria dengan arti banyak perempuan berharap ada kesatria yang datang menyelamatkan dalam setiap kehidupan.
Dia juga menyebut pameran ini sebagai wujud dialog keduanya untuk menghadirkan karya lukisan.
Hampir setiap tahun keduanya berpameran dan berkolaborasi menampilkan karya lukis dari masing-masing.
"Secara khusus buat kami sendiri bisa berpameran karena dialog yang menghasilkan berupa lukisan. Ini pameran kolaborasi kita kedua kalinya," terangnya.
Karya lukisan Budi Bi diantaranya tentang burung gagak yang terkenal dengan stigma pertanda buruk padahal burung gagak mempunyai sifat yang setia terhadap pasangannya.
Selain itu ada juga lukisan yang berjudul perempuan membawa jantung hati.
"Perempuan pandai menyimpan perasaan meskipun lagi banyak beban dibandingkan dengan laki-laki yang cenderung cuek," imbuhnya.
Selain itu, Ami Tri juga menampilkan karya yang menceritakan persahabatan anak kecil dengan seekor kucing.
Konon kehadiran kucing merupakan hadian dan teman setia yang dapat menghibur setiap hari.
Budi Bi berharap dengan pameran ini kesenian terutama seni rupa makin menggeliat dan makin banyak yang menyukai.
"Semoga kesenian di Surabaya bisa menggeliat dan makin banyak yang menyukai terutama seni rupa," harapnya.
Pameran ini dihadirkan hingga 25 Juli mendatang. Ada sekitar 20 lukisan yang dipamerkan oleh kedua perupa tersebut.
Satu karya merupakan hasil kolaborasi bersama dengan lukisan berukuran besar. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari