Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anda Suka Nyampah di Kamar? Awas Gejala Hoarding Disorder. Yuk kenali Sebab dan Solusinya

Jay Wijayanto • Kamis, 18 Juli 2024 | 18:32 WIB
Photo
Photo

SURABAYA - Beberapa hari belakangan ini, viral sebuah video di salah satu platform media sosial menunjukkan seorang ibu kos sedang sidak atau grebeg di salah satu kamar kos.
Video tersebut diunggah oleh salah satu akun di TikTok.

Dalam video tersebut terlihat keadaan kamar kos yang sebelumnya bersih dan rapi, seolah berubah menjadi tempat timbunan sampah disertai bau yang menyengat.

Masih dalam video tersebut menunjukkan, tidak hanya sampah yang memenuhi kamar kos, melainkan barang-barang wastafel, kasur, lemari, mesin cuci hingga peralatan dan kebutuhan dapur berceceran dengan keadaan yang sangat kotor dan hancur.

Orang Jawa bilang, keadaan tersebut seperti “kapal pecah”. Karena barang-barang tersebut berserakan dan menutupi permukaan lantai hingga tidak ada ruang untuk sekedar berjalan atau duduk.

Video tersebut menjadi perhatian netizen karena melihat hal yang tidak biasa terjadi, kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan umum.

Bahkan ada yang bertanya, apakah orang dengan kondisi tersebut sedang mengidap Hoarding Disorder?

Apa itu Hoarding Disorder

Mengutip dari website Ditektorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Hoarding Disorder adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang menyebabkan seseorang gemar atau suka mengumpulkan dan menimbun barang-barang secara berkala.

Barang-barang tersebut tidak hanya barang yang dapat digunakan atau dipakai, tetapi juga barang yang tidak berguna.

Seseorang dengan perilaku ini menganggap barang tersebut akan berguna suatu hari, sehingga akan cenderung mengalami stress apabila membuangnya.

Apa perbedaan dengan orang yang suka mengoleksi barang?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami Hoarding Disorder, antara lain:

1. Sering mengalami gangguan mental seperti stress atau depresi.

2. Hidup dalam lingkungan yang minim akan kepedulian dan biasanya keluarganya tidak memberikan pembelajaran dalam memilah barang.

3. Tidak memiliki teman dekat yang bisa mengalihkan kebiasaan buruk tersebut.

4. Pernah memiliki trauma akan kehilangan, entah seseorang yang dicintainya ataupun harta benda karena satu dan lain hal.

Gejala Hoarding Disorder

Ciri-ciri seseorang yang mengalami Hoarding Disorder sangat beragam.

Berikut beberapa hal yang menjadi gejala individu dapat mengidap penyakit tersebut:

1. Mencari dan menyimpan barang dalam jumlah yang berlebihan

2. Sulit untuk membuang barang-barang yang sudah tidak bernilai, seperti bekas botol kecap atau saus yang telah habis.

3. Mengalami kendala dalam mengambil sebuah keputusan, bahkan sekedar untuk menentukan keputusan yang kecil.

4. Merasa gelisah dan cemas ketika barang tersebut disentuh oleh orang lain.

5. Melarang orang lain untuk membuang atau sekedar merapikan barang yang dimilikinya.

6. Menyimpan barang sampai mengganggu fungsi sebuah ruangan.

7. Lebih suka akan kesendirian dan menjauhkan diri untuk bersosialisasi dengan teman ataupun keluarga.

Seseorang yang mengidap Hoarding Disorder akan sulit menyadari bahwa sedang dalam kondisi yang kurang baik, sebab mereka merasa apa yang dilakukan tidak salah dan masih dalam kewajaran.

Maka itu, sangat sulit apabila tidak ada seseorang yang menyadarkan dan membantunya untuk berkonsultasi ke dokter.

Dalam mengatasi dan meminimalisir penyakit atau gangguan ini, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk melaksanakan psikoterapi dan membuatkan resep obat-obatan.

Selain itu, penting juga dukungan keluarga dan orang terdekat dalam membantu penyembuhannya.

Hal tersebut dapat melalui beberapa hal, seperti membantu untuk memilah barang yang terpakai dan tidak terpakai, meletakkan barang sesuai tempat dan fungsinya, serta rutin untuk membuatkannya jadwal membersihkan ruangan. (far/mag/nug)

Editor : Jay Wijayanto
#tiktok #Platform Media #hoarding disorder