Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Stop Bertindak Oversharing di Social Media! Ini Bahayanya

Jay Wijayanto • Rabu, 17 Juli 2024 | 15:50 WIB
Ilustrasi over sharing di media sosial.
Ilustrasi over sharing di media sosial.

RADAR SURABAYA - Dalam bersosial media semua orang telah terbiasa membagikan segala hal termasuk tentang kehidupan pribadinya kepada banyak orang atau pengikutnya.

Social media memang disebut sebagai platform-platform yang menyuguhkan kebebasan dalam mengekspresikan diri tanpa ada batasan tertentu. Hal ini menjadi faktor yang mendorong banyak orang cenderung membagikan seluruh kehidupan pribadinya sesuka hatinya.

Sebagian besar orang tidak sadar akan tindakannya, karena hanya sebagai bentuk iseng atau pamer. Namun, melalui tindakan-tindakan tersebut seseorang disebut sebagai pribadi yang oversharing.

Seseorang yang oversharing seakan tidak memiliki batasan privasi terhadap dirinya sendiri. Sehingga tidak jarang hal-hal yang diutarakan pada publik menjadi aib untuk dirinya yang justru disebarluaskan.

Hal tersebut dapat mempermalukan diri sendiri dan menyebabkan kecaman di social media.

Dalam psikologi, perilaku oversharing tidak baik dilakukan khususnya pada social media. Hal tersebut seperti maraknya kegiatan curhat masalah pribadi di social media atau bahkan dengan sengaja membagikan data-data pribadi.

Oversharing diartikan sebagai informasi yang berlebihan atau tidak sesuai konteks.

Seseorang yang memiliki kepribadian oversharing dapat dipicu oleh beberapa hal seperti perasaan takut kehilangan, haus akan validasi publik atau bahkan sengaja ingin mencari perhatian lebih dari seseorang.

Psikologi menyebutkan bahwa perilaku oversharing termasuk perilaku yang menimbulkan efek adiktif sehingga perlu terapi dengan pendekatan biologis, psikologis dan sosial dalam mengatasi kecanduan tersebut.

Selain itu, oversharing juga memiliki banyak kesan negatif dibandingkan dengan positifnya karena perilaku tersebut cenderung menciptakan sebuah ancaman tindak kejahatan yang tidak terduga. Sehingga perlu untuk memberikan batasan privasi untuk diri sendiri terhadap publik. 

Berikut ini beberapa dampak perilaku oversharing pada social media yang sedang marak terjadi, antara lain.

1. Bullying

Seseorang yang memiliki kepribadian yang oversharing cenderung mengutarakan semua hal tanpa terkecuali. Seringkali hal-hal yang diucapkan dianggap sampah karena tidak berbobot dan kurang dimengerti maksud dan tujuannya.Sehingga hal tersebut menimbulkan kecaman dari banyak orang bahkan perundungan di social media.

2. Peretasan Data Pribadi

Dampak perilaku oversharing pada social media dapat menyebabkan kesempatan masuknya tindak kejahatan cyber. Sebagian besar orang seringkali tidak menyadari bahwa dirinya telah membagikan data pribadinya yang bersifat sensitif, seperti kartu identitas, nomor rekening, alamat rumah dan informasi pribadi lainnya.

Hal tersebut dapat mendorong aksi kejahatan cyber berupa peretasan perangkat yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Sehingga berbagai aktivitas yang dibagikan pada publik dapat dilakukan sewajarnya.

3. Rentan Tindak Kriminal

Melalui beberapa aktivitas sehari-hari dan informasi yang dibocorkan pada social media dapat membahayakan banyak orang. Hal tersebut memicu tindak kriminal yang tidak diduga-duga seperti pembobolan akun bank, pencurian harta pribadi, predator anak dan tindak kriminal lainnya.

4. Pelanggaran UU ITE

Dampak dari kebiasaan oversharing dapat menimbulkan kecenderungan seseorang untuk berargumen dan membuat konten yang tidak mengenal batasan terkait suatu hal.

Hal tersebut sering dilakukan saat mengomentari suatu permasalahan yang dialami oleh dirinya sendiri atau bahkan orang lain. Keterbukaan yang tidak mengenal batas namun tidak diimbangi dengan pengetahuan kebijakan bersosial media dapat menyebabkan seseorang dijatuhi pelanggaran UU ITE. Hal tersebut tentu akan merugikan bagi diri sendiri.

5. Kehilangan Jati Diri

Perilaku oversharing pada social media seringkali merusak mental dari orang tersebut. Seseorang dapat kehilangan identitas pribadinya karena terlalu sering memberikan segala hal tentang dirinya pada banyak orang. Sehingga tidak terdapat ruang untuk dirinya dapat mengembangkan personalnya. (sal/mag/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#media sosial #follower #over sharing