Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Robot Pemilah Sampah dari Botol Soda Bekas

Rahmat Sudrajat • Selasa, 9 Juli 2024 | 02:38 WIB
BERBAHAN DAUR ULANG: Stevanus Saut Gultom menjelaskan cara kerja robot pemilah di Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Kampus C Unair, Senin (8/7).
BERBAHAN DAUR ULANG: Stevanus Saut Gultom menjelaskan cara kerja robot pemilah di Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Kampus C Unair, Senin (8/7).

SURABAYA – Jika mendengar kata robot mungkin dipikiran seseorang akan membayangkan benda material dari besi yang bisa bergerak dan deprogram untuk fungsi khusus.

Namun berbeda dengan robot yang satu ini. Robot ini dibuat salah satunya dari botol soda bekas dan deprogram untuk memilah sampah.

Robot pendeteksi dan pemilah sampah ini diciptakan oleh mahasiswa dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair). 

Robot tersebut juga lengkap dengan kamera untuk mendeteksi dan memilah mana sampah kering, basah, plastik hingga daun. Menariknya robot tersebut terbuat dari botol soda bekas.

Menurut mekanik robot, Stevanus Saut Gultom, sensor utamanya ada di dalam kamera yang memiliki outonomus. Sensor itu bisa menggerakkan conveyor untuk mengangkut sampah. 

"Nanti mendeteksi sampah melalui image prosesing yang bisa untuk mengetahui jenis sampah," tutur Stevanus, Senin (8/7).

Ketika sampah diangkut melalui conveyor bisa dideteksi dengan pemberian titik koordinat supaya sampah bisa diangkut dalam suatu wadah. Robot tersebut juga bisa mendistribusikan sampah. 

"Untuk mengembangkan robot ini butuh waktu enam bulan karena banyak perbedaan di lapangan seperti tinggi conveyor yang berbeda dan getaran yang tidak stabil. Sehingga kami harus perbaiki lagi dan beradaptasi dengan kondisi lapangan," jelasnya.

Robot tersebut berbahan alumunium ada juga servo dan komponen elektronik lainnya. Selain itu juga ada botol-botol bekas.

Dengan hadirnya robot tersebut diharapkan nantinya bisa membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah yang terjadi.

"Ya memang ada beberapa industri maupun pemerintah yang menawarkan kami untuk membantu membuat robot pemilah dan pengangkut sampah. Tapi kami akan perbaiki dulu komponennya. Ke depan akan kami kembangkan," terangnya.

Sementara itu, robot buatan mahasiswa ini juga berjaya di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Dekan FTMM Unair, Dwi Setiawan mengaku, robot tersebut perlu disempurnakan lagi karena robot ini juga sudah dilirik oleh beberapa industri.

"Ya kalau diperlukan buat robot kami siap. Nanti kita sempurnakan lagi," tuturnya.

Keunggulan robot tersebut tidak hanya otomatis saja namun juga menggunakan kecerdasan untuk bisa memilah sampah.

"Harapnya bisa menggantikan tenaga manusia dengan robot ini untuk meringankan beban juga," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kontes robot indonesia #pemilah sampah #Unair #robot #Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin #botol bekas