Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bahayanya Fast Food bagi Perempuan, Ini Alasan Kenapa Perempuan Harus Belajar Masak

Jay Wijayanto • Kamis, 4 Juli 2024 | 19:06 WIB
Ilustrasi perempuan menyantap fast food.
Ilustrasi perempuan menyantap fast food.

SERINGKALI kita mendengar bahwa jago memasak bagi perempuan dijadikan standar di lingkungan keluarga atau masyarakat. Padahal, tidak semua perempuan mempunyai skill dalam memasak.

Mereka disibukkan dengan berbagai pekerjaan sehingga tidak sempat memasak sendiri dan berujung membeli atau memesan makanan cepat saji (fast food).

Namun, beberapa perempuan tidak sadar akan bahaya yang ditimbulkan oleh makanan cepat saji yang dikonsumsinya.

Kebanyakan para perempuan cenderung memilih makanan yang cepat saji karena tidak membutuhkan proses yang lama dan sulit. Biasanya mereka langsung membeli sesuai dengan mood atau bisa dibilang seperti ngidam.

Mereka tidak peduli makanan yang dibeli higienis atau tidak, yang terpenting mereka dapat segera menikmati makanan tersebut. Contoh makanan fast food seperti pizza, kentang goreng, penyetan, gorengan, berbagai jenis keripik, mie instan, bakso dan lainnya.

Sesuai namanya yaitu makanan cepat saji, memang menyantap fast food dapat menghemat waktu dan tenaga. Namun, makanan jenis ini kerap menyebabkan obesitas dan seringkali mengganggu siklus awal menstruasi pada wanita.

Belum lagi meningkatkan risiko terjadinya darah tinggi serta penyakit lain seperti asma, osteoporosis hingga jantung.

Fast food yang membawa dampak negatif ini perlu diwaspadai. Hormon yang terganggu akibat mengonsumsi fast food dapat mengakibatkan lebih mudah terkena penyakit karena kekurangan akan vitamin A, B, C, D, kalium dan zinc. 

Hal ini karena makanan cepat saji cenderung tinggi lemak, gula dan senyawa kimia yang karsinogenik.

Dilansir dari laman alodokter.com menyebutkan bahwa sebuah penelitian menyatakan jika konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan bisa menurunkan tingkat kesuburan wanita.

Dijelaskan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan cepat saji sebanyak lebih dari 4 kali dalam seminggu cenderung akan lebih susah untuk hamil.

Nah untuk meningkatkan kesuburan bagi perempuan disarankan mencukupi asupan vitamin C, D dan E, kalium, asam folat, zat besi, magnesium dan kolin.

Berikut jenis makanan yang mengandung nutrisi yang sangat penting untuk ibu hamil tersebut, antara lain :

  1. Buah-buahan seperti alpukat, delima, jeruk dan nanas
  2. Sayuran seperti kangkung dan bayam
  3. Makanan laut seperti salmon
  4. Susu rendah lemak dan produk olahannya
  5. Telur
  6. Kacang dan biji-bijian seperti kacang merah

Jenis makanan di atas bisa diolah menjadi makanan yang enak dan tentunya menyehatkan.

Kebiasaan malas bergerak harus diubah dengan mengonsumsi makanan sehat buatan sendiri yang tentu lebih higienis dan menyehatkan.

Jika kita berusaha memasak sendiri, juga akan lebih tahu bahan makanan apa saja yang dipakai dan cara mengelolanya.

Kalau pun ingin menikmati makanan cepat saji tentu boleh saja tapi harus dibatasi.

Disarankan diimbangi dengan porsi makanan sehat yang lebih banyak apalagi ketika mengalami kelebihan berat badan. 

Jadi mari kita biasakan hidup sehat mulai dari sekarang. (ers/mag/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#fast food #perempuan hamil #perempuan masak