RADAR SURABAYA – Memadukan konser piano dengan kesenian lain seperti musik, lagu, hingga tarian bakal memberi warna berbeda dalam konser tunggal pianis muda, Jonathan Reynard.
Jonathan sengaja berkolaborasi bersama band, penyanyi, hingga penari balet dalam konser tunggalnya.
Penampilan ini sangat memukau karena selain berkolaborasi, dia juga menampilkan sekitar 15 lagu juga diselingi oleh lagu-lagu tradisional.
Dengan mengusung tema Symphony of Dreams, Jonathan tampil di Janaloka Ballrom Whiz Luxe, Spazio Tower, Surabaya, Minggu (9/6).
Jonathan mengatakan, dia ingin konser tunggalnya itu diisi dengan kolaborasi dengan musisi dan seniman lainnya.
"Ya saya terinspirasi dari orang luar negeri, ketika menggelar konser selalu berkolaborasi dengan musisi dan seniman. Hal ini yang coba saya adopsi supaya penonton tidak monoton," tutur Jonathan.
Di konsernya dia ingin mengajak audiens untuk bisa menikmati setiap musik yang dia mainkan. "Harapnya audiens bisa menikmati kolaborasi ini," harapnya.
Bahkan dia juga membawakan middle Indonesia dengan kolaborasi goyang Maumere dan Jengger Bali. "Jadi tetap ada nuansa Indonesia-nya," imbuhnya.
Pemuda kelas XII itu sempat mengalami kendala dalam mencari lagu dan merangkai dalam susunan konsernya. Konser tersebut digelar kurang lebih dua jam. Sehingga ada dua sesi.
"Jadi tidak semua diisi oleh musik dalam satu sesi, tapi saya selingi dengan beberapa kolaborasi lainnya," terangnya.
Untuk mempersiapkan konser yang baru pertama ini, dia berlatih dua bulan.
Dengan 15 lagu dan 125 partitur dia tidak dingin membaca partitur semua tapi menghafalkannya.
Setiap hari dia berlatih enam jam, bahkan dia menyewa studio untuk latihan selama beberapa bulan.
"Soalnya waktu mepet jadi saya inginnya menghafalkan tapi risikonya nge-blank. Jadi saya juga baca partiturnya supaya tidak ada yang keliru," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari