RADAR SURABAYA - Depresi pada anak sering kali tidak dikenali dengan baik oleh orang tua.
Hal ini karena anak, khususnya yang sedang menginjak usia remaja, belum mengetahui cara menyampaikan emosinya dengan baik.
Maka dari itu, orang tualah yang sebaiknya mendapat pemahaman terkait depresi dan penyakit mental lainnya.
Terlebih, orang tua berperan sebagai pengasuh pertama anak mereka sejak lahir, sehingga mereka memiliki ikatan batin yang kuat.
Orang tua juga menjadi saksi atas tingkah laku dan kebiasaan anak mereka setiap harinya.
Dari pengamatan tersebut, orang tua akan dengan mudah memahami emosi dan mental sang anak, karena depresi ditunjukkan melalui gejala yang mempengaruhi tingkah laku.
Mengutip Alodokter, berikut adalah gejala depresi yang nampak:
- Mudah mengamuk atau tantrum
- Susah tidur
- Sering berbohong
- Tampak lesu
- Lebih suka menyendiri
- Terlihat gelisah
- Malas
- Tidak berminat untuk melakukan hobi
- Suka menyakiti diri sendiri
Apabila anak menunjukkan tingkah laku seperti yang disebutkan di atas, orang tua perlu memberikan bantuan atau penanganan awal sesegera mungkin.
Berikut adalah beberapa bantuan yang dapat diberikan orang tua kepada anak:
1. Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak
Anak sering kali memiliki kesulitan dalam hal menyampaikan emosi dan isi hatinya.
Sebagai orang tua, hal yang harus dilakukan adalah mengajaknya berbicara dari hati kehati, agar orang tua dapat memahami perasaan sang anak.
Cara penyampaian orang tua pun perlu diperhatikan, yaitu dengan menggunakan nada yang lembut dan tidak membentak.
2. Berikan pujian-pujian kepada anak
Ucapan sering kali memberikan pengaruh besar kepada seseorang, tak terkecuali anak.
Anak akan merasa tidak nyaman apabila telinganya terus disuguhi ucapan-ucapan kasar dan penuh tekanan.
Maka dari itu, orang tua perlumemberikan pujian-pujian sederhana kepad aanak, seperti “Anak ibu rajin sekali!” atau “Anak ayah pintar sekali!”.
Meskipun apa yang dikerjakan oleh anak bukanlah hal yang besar, kalimat-kalimat positif yang anak dengar akan memberikan pengaruh besar untuk kesehatan mentalnya.
3. Tidak menghakimi anak
Saat anak sedang mengalami depresi, orang tua sebaiknya tidak menghakimi atau menyalahkan perilaku-perilaku negative yang dilakukan anak.
Pada dasarnya, ketika mendapatkan tekanan pada mentalnya, anak hanya ingin dipahami dan diberikan suasana hati yang nyaman.
Memberikan tekanan pada anak hanyaakan memperburuk kondisi mentalnya.
Untuk itu, sebaiknya orang tua mendengarkan isi hati anak dan memposisikan dirinya dengan baik. Barulah kemudian memberikan saran untuknya.
Saat anak mengalami depresi, peran orang tua sangatlah penting.
Namun, apabila saran-saran di atas tidak berhasil untuk memperbaiki kesehatan mental anak, temani anak untuk menemui tenaga ahli seperti psikolog atau psikiater anak. (sha/nug)
Editor : Jay Wijayanto