Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tampilkan Keindahan Seni Lukis dan Instalasi di Kelir Kacarita

Rahmat Sudrajat • Rabu, 15 Mei 2024 | 01:44 WIB
WARNA DAN CERITA: Karya seni lukis yang dipamerkan dalam pameran Kelir Kacarita di Galeri DKS Balai Pemuda, Selasa (14/5).
WARNA DAN CERITA: Karya seni lukis yang dipamerkan dalam pameran Kelir Kacarita di Galeri DKS Balai Pemuda, Selasa (14/5).

RADAR SURABAYA – Ada 34 karya lukisan dan 4 karya instalasi dari 33 perupa yang dipamerkan di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Balai Pemuda, Surabaya, Selasa (14/5).

Pameran yang mengangkat tema Kelir Kacarita itu ingin menampilkan keindahan seni lukis dan instalasi.

Kelir Kacarita sendiri berarti warna dan cerita. Dan itulah yang ingin dihadirkan para seniman yang tergabung dalam Komunitas Garis Gathuk.

Menurut koordinator pameran, Budi Bi, seni tidak hanya dua dimensi saja, yang hanya menampilkan lukisan.

Namun seni instalasi juga merupakan karya seni indah yang layak dipamerkan kepada masyarakat.

Tujuan dari pameran tersebut untuk saling melengkapi antar seniman baik pelukis maupun seniman instalasi.

"Ini merupakan sebuah perayaan kebersamaan dan keberagaman pada seniman yang terlibat dalam pameran ini," kata Budi Bi.

Kedua seni tersebut yang digabungkan dalam satu pameran menjadi bukti bahwa karya seni rupa merupakan bahasa universal yang juga mampu berkisah, menyampaikan emosi dan cerita melalui goresan dan warna.

PENUH MAKNA: Tak hanya seni lukis, seniman juga menampilkan seni instalasi.
PENUH MAKNA: Tak hanya seni lukis, seniman juga menampilkan seni instalasi.

"Dimana warna dan cerita bersatu, menciptakan dialog tanpa kata antara seniman dan pengunjung," kata Budi Bi, Selasa (14/5).

Pihaknya mencoba menawarkan konsep baru dalam pameran tersebut, karena biasanya dalam sebuah pameran hanya satu tema saja seperti lukisan.

"Namun kali ini kita menawarkan hal yang beda, biar tidak monoton," tutur pria yang juga ketua dari Garis Gethuk 

Pameran tersebut juga untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 sekaligus merayakan bulan menggambar nasional yang berlangsung sepanjang bulan Mei ini.

"Agar masyarakat umum datang dan merasakan bagaimana setiap karya seni berbicara, mengajak kita merenung dan merayakan keindahan yang ada di sekitar kita," imbuhnya.

Budi Bi berharap ke depan orang lebih familiar dengan pameran yang ada di Balai Pemuda dan Alun-Alun Surabaya karena sebagai pusat kesenian di Surabaya.

Pameran yang berlangsung hingga 18 Mei ini memajang berbagai lukisan seperti seorang yang bertato sedang beribadah di depan ka'bah. Lukisan ini bertema hidayah.

Salah satu pengunjung, Johan mengaku sangat tertarik dengan konsep pameran yang disuguhkan ini, karena ada dua seni yang berbeda bisa menjadi satu.

"Menurut saya ini suatu keberanian seniman dalam memamerkan suatu karya yang berbeda. Sangat menarik tentunya," ujar Johan. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Seni lukis #seniman #seni instalasi #balai pemuda #Kelir Kacarita #pameran seni