RADAR SURABAYA – Selain puasa di bulan Ramadan, ternyata terdapat amalan puasa lain yang pahalanya tak kalah besar, yakni puasa di bulan Syawal.
Puasa Syawal dapat dilakukan pada tanggal 2 Syawal atau satu hari setelah Idul Fitri.
Perlu diketahui bahwa berpuasa pada 1 Syawal atau saat hari raya Idul Fitri hukumnya adalah haram.
Keutamaan berpuasa enam hari di bulan Syawal sebagaimana hadis Rasulullah SAW ialah setara berpuasa satu tahun.
Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامٌ شَهْرِ رَمَضَانَ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سَتَّةِ أيَّامِ بَعْدَهُ بِشَهْرَيْنِ فَذلِكَ صِيَامُ السَّنَةِ
Artinya: Puasa Ramadhan (pahalanya) seperti puasa 20 bulan, dan berpuasa enam hari setelahnya (Syawal) pahalanya seperti puasa dua bulan, maka jumlahnya menjadi satu tahun. (Syekh Jalaluddin as-Suyuthi, al-Jamius Shagir, juz 2, hal. 189)
Meskipun diutamakan untuk melaksanakan puasa syawal pada tanggal 2 hingga 7 Syawal, Anda juga dapat melaksanakan puasa tersebut di hari lain pada bulan Syawal.
Lebih lanjut, Anda dapat melaksanakan puasa syawal secara berurutan atau secara terpisah.
Selain itu, anda dapat menggabungkan puasa sunnah Senin Kamis dengan puasa sunah Syawal.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
ﻭﺇﺫا اﺗﻔﻖ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺻﻴﺎﻡ ﻫﺬﻩ اﻷﻳﺎﻡ اﻟﺴﺘﺔ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ اﻻﺛﻨﻴﻦ ﺃﻭ اﻟﺨﻤﻴﺲ، ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺤﺼﻞ ﻋﻠﻰ اﻷﺟﺮﻳﻦ ﺑﻨﻴﺔ ﺃﺟﺮ اﻷﻳﺎﻡ اﻟﺴﺘﺔ ﻭﺑﻨﻴﺔ ﺃﺟﺮ ﻳﻮﻡ اﻻﺛﻨﻴﻦ ﻭاﻟﺨﻤﻴﺲ
“Jika puasa enam hari Syawal bertepatan dengan Senin atau Kamis, maka ia mendapat dua pahala: pahala puasa enam hari Syawal dan pahala puasa Senin Kamis.”
Di sisi lain, alangkah baiknya mengganti atau qodho puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum melakukan puasa Syawal.
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Siapa yang mempunyai kewajiban qodho’ puasa Ramadhan, hendaklah ia memulai puasa qodho’nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho’ itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 391).
Berikut adalah niat puasa syawal yang dapat anda baca pada malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.” (nad/opi)
Editor : Nofilawati Anisa