Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bagaimana Cara Orang Tua Tunggal Membangun Pemahaman dan Kedekatan Emosi dengan Anak? Coba Cara Ini

Rahmat Sudrajat • Kamis, 11 April 2024 | 23:19 WIB

 

SAYANG: Komunikasi positif dengan anak usia dini wajib dibangun oleh orang tua tunggal. (IST)
SAYANG: Komunikasi positif dengan anak usia dini wajib dibangun oleh orang tua tunggal. (IST)

RADAR SURABAYA - Mengasuh anak seorang diri sebagai ibu atau ayah tunggal membutuhkan kesiapan diri yang luar biasa dalam menghadapi tantangan.

Tak jarang dengan kesibukan yang dijalankan, anak akan merasa jauh dari ibu atau ayahnya.

Praktisi pendidikan anak usia dini Yuliani Dwi Astuti mengungkapkan, membangun komunikasi positif adalah langkah tepat yang harus dapat dilakukan oleh ibu dan atau ayah tunggal.

Agar anak tidak merasa jauh secara emosi dan juga anak dapat memahami peran orang tua tunggal.

Uli, sapaan hangat pendidik yang mendedikasikan dirinya dalam pendidikan ini, menyebutkan bahwa agar peran ayah atau ibu tunggal dapat dipahami dan diterima oleh anak, mereka dapat secara berkala dan intensif membangun komunikasi dengan anak secara positif dan terbuka.

“Untuk mendekatkan diri dengan anak secara emosional, orang tua tunggal perlu membangun komunikasi yang positif dan terbuka dengan anak dengan menyediakan waktu yang berkualitas dengan anak,” jelasnya.

Membangun komunikasi yang positif, dalam hal ini juga tidak memaksa anak untuk langsung memahami peran orang tua tunggal secara menyeluruh.

Jelaskan secara bertahap dan beri waktu serta ruang anak menerima dan memahaminya.

“Agar peran orang tua tunggal diterima oleh anak, orang tua perlu konsisten dalam melaksanakan ketiga hal di atas dala mendekatkan diri dengan anak. Anak pun akan membutuhkan waktu untuk menerima dan terbiasa dengan hal tersebut. Berilah anak waktu untuk menerima dan memahami semuanya,” papar pendidik Rumah Bermain Cikal Bandung itu.

Dalam menjelaskan peran sebagai ibu atau ayah tunggal, dalam hal ini keterbukaan menjadi aspek yang penting dalam komunikasi anak dan orang tua.

Karena dari sanalah anak dan orang tua tunggal akan sama-sama belajar memahami perasaan dan harapan yang diinginkan.

“Alangkah baiknya orang tua tunggal tidak lupa untuk memahami perasaan anak,” ujarnya.

Tujuannya untuk mengetahui apa yang anak harapkan dan inginkan dari orang tuanya dalam kondisi tersebut.

“Orang tua tunggal pun dapat meminta timbal balik dari anak, mengenai apa yang bisa sama-sama diupayakan untuk menghadapi kondisi tersebut agar anak tetap nyaman dan tidak merasa kecil hati serta rendah diri,” ungkapnya.

Uli mangungkapkan, menjadi orang tua tunggal tidak terlepas dari kesiapan yang matang, kesediaan diri untuk memahami anak, kebutuhannya, dan pemenuhan kebutuhannya.

Namun, menurut Uli, komunikasi yang positif dan terbuka juga akan menjadi sebuah strategi komunikasi yang tepat untuk sama-sama saling mendukung dan mendampingi satu sama. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#anak #pendidikan #orang tua tunggal #komunikasi